NUANSA, JAILOLO – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara bergerak cepat membantu penanganan pasca-banjir di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat. Sebagai bentuk respons darurat, satu unit alat berat jenis ekskavator telah dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan material sisa banjir yang menghambat aktivitas warga.
Kepala BPJN Maluku Utara, Navy A. Umasangadji, menegaskan bahwa meski wilayah terdampak bukan merupakan jalan nasional, pihaknya tetap memberikan dukungan penuh sesuai dengan instruksi pimpinan pusat.
“Sama halnya dengan Kepala BWS, intinya kami sedang melakukan identifikasi awal. Walaupun daerah ini bukan kewenangan jalan nasional, namun sesuai arahan pimpinan, kami hadir untuk mendukung penuh penanganan di lapangan,” ujar Navy saat meninjau lokasi banjir di Kecamatan Ibu, Jumat (9/1).

Kehadiran ekskavator di lokasi bencana difokuskan untuk mempercepat pembersihan material lumpur dan puing yang terbawa arus banjir. Navy menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tahap awal sebelum dilakukan kajian teknis lebih lanjut.
“Kami sudah menurunkan alat berat. Fokus pertama adalah membantu pembersihan lahan. Selanjutnya, kami akan mengidentifikasi langkah teknis apa yang bisa dilakukan di sini sebagai bahan pertimbangan untuk program tanggap darurat ke depan,” jelasnya.
Selain fokus pada penanganan fisik, Navy juga memberikan catatan penting kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Barat mengenai tata ruang permukiman warga. Ia menyoroti banyaknya bangunan yang didirikan di area rawan bencana.
“Harapan kami, Pemda dapat mengencangkan sosialisasi kepada masyarakat. Kita bisa lihat sendiri banyak bangunan yang berdiri di bantaran sungai. Hal ini perlu menjadi atensi serius bagi pemerintah daerah sesuai kewenangannya. Prinsipnya, kami dari pusat siap mendukung penuh upaya tanggap darurat ini,” tandasnya. (gon/kep)










