google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Cuaca Ekstrem di Maluku Utara, Gubernur Imbau Warga Tunda Perjalanan 

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. (Istimewa)

SOFIFI, NUANSA — Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat menyusul Peringatan Dini Cuaca dan Potensi Cuaca Ekstrem periode 12–18 Januari 2026, berdasarkan informasi resmi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate.

Dalam periode tersebut, BMKG memprakirakan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, serta berisiko menimbulkan dampak turunan seperti banjir/banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, dan berkurangnya jarak pandang.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Sejalan dengan kondisi cuaca tersebut, pada Selasa (13/1) juga terjadi insiden pelayaran di wilayah Pulau Taliabu, di mana sebuah kapal bermuatan kopra dilaporkan kandas dan terbalik di perairan Pancoran, Pulau Kano. Seluruh awak kapal dilaporkan selamat dan telah dievakuasi.

Untuk menjaga keselamatan, Gubernur Maluku Utara mengimbau:

– Masyarakat agar menunda bepergian, terutama perjalanan laut, bila tidak terlalu mendesak.

– Nelayan agar tidak memaksakan melaut saat cuaca buruk dan memastikan alat keselamatan tersedia.

– Operator kapal rakyat/nakhoda agar memastikan kelayakan kapal dan kondisi mesin, serta mengikuti informasi cuaca resmi sebelum berlayar.

Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus memantau informasi resmi BMKG serta arahan BPBD setempat sebagai rujukan utama selama periode potensi cuaca ekstrem. (tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version