DARUBA, NUANSA – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2026. Hal ini dibahas dalam rapat koordinasi bersama di kantor bupati, Kamis (22/1).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Rio Christian Pawane ini membahas sejumlah langkah strategis Pemkab Morotai di sektor pajak dan retribusi untuk memaksimalkan PAD 2026. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) pun ditekankan lebih maksimal dalam menggali potensi pendapatan daerah yang belum dikelola secara optimal.
Dalam arahannya, Rio meminta seluruh OPD terkait mengoptimalkan potensi PAD melalui peningkatan pengelolaan pajak dan retribusi, penerapan sistem pembayaran elektronik dalam mekanisme pembayaran, dan penguatan pengawasan guna mencegah kebocoran penerimaan daerah.
“Kami menekankan pentingnya pemetaan objek-objek pajak dan retribusi secara akurat sebagai langkah strategis untuk meningkatkan PAD secara berkelanjutan, termasuk upaya peningkatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),” ujar Rio.
Senada, Plt Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Morotai, Marwan Sidadi, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil evaluasi tahun 2025, realisasi PAD tahun 2026 secara optimis diyakini mencapai target yang ditentukan. Hanya saja, sejumlah OPD perlu melakukan langkah-langkah inovatif untuk peningkatan PAD.
“Jadi hasil rapat ini segera ditindaklanjuti oleh dinas pengelola PAD dengan mempercepat langkah-langkah kerja di lapangan, sehingga kinerja pendapatan daerah tetap terjaga dan target PAD pada tahun berjalan dapat terus dipenuhi secara optimal,” tegasnya.
Melalui rapat tersebut, Pemkab Morotai berharap, upaya optimalisasi pajak dan retribusi daerah dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan PAD serta mendukung pembiayaan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik kepada masyarakat. (ula/tan)










