TERNATE, NUANSA – Pemerintah Kota Ternate memastikan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tetap akan dibuka apabila pemerintah pusat membuka seleksi secara nasional. Saat ini Pemkot tengah menyiapkan skema penerimaan CPNS dengan jumlah terbatas dan berbasis kebutuhan riil daerah.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Ternate, Samin Marsaoly, mengatakan penerimaan CPNS akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal pemerintah daerah agar tidak membebani belanja pegawai.
“Kalau seleksi CPNS dibuka oleh pemerintah pusat, Pemerintah Kota Ternate siap mengusulkan. Tapi jumlahnya terbatas dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan keuangan daerah,” ujar Samin, Selasa (10/2).
Ia menjelaskan, prinsip utama penerimaan CPNS di Kota Ternate adalah menggantikan pegawai yang memasuki masa pensiun. Berdasarkan data BKPSDM, jumlah pegawai Pemkot Ternate yang pensiun setiap tahun berada di kisaran 120 orang.
“Berapa yang pensiun, itu yang kita terima. Tidak boleh melebihi, supaya tidak terjadi kelebihan pegawai dan tidak mengganggu belanja pembangunan,” ujarnya.
Samin menegaskan, tidak semua formasi akan dibuka dalam seleksi CPNS. Pemerintah Kota Ternate hanya akan mengusulkan formasi tertentu yang tidak dapat diisi oleh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Formasi CPNS yang kita usulkan nanti adalah jabatan-jabatan yang tidak bisa diisi oleh PPPK, seperti dokter, auditor, dan tenaga teknologi informasi,” jelasnya.
Selain jalur CPNS, Pemkot Ternate juga menyiapkan skema pengangkatan PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu. Skema ini akan berjalan beriringan guna memenuhi aspek keadilan bagi pegawai yang telah lama mengabdi.
“Kalau misalnya ada penerimaan, bisa saja dibagi. Sebagian CPNS dan sebagian lagi pengangkatan PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu,” katanya.
Meski demikian, Samin menegaskan bahwa seluruh proses tetap menunggu pembukaan resmi seleksi CPNS secara nasional oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).
“Kalau keran seleksi dibuka, kita siap. Tapi tetap dengan prinsip kehati-hatian dan sesuai kemampuan fiskal daerah,” pungkasnya. (udi/tan)
