LABUHA, NUANSA – Anggota DPD RI dapil Maluku Utara, Hasby Yusuf, menyoroti kecelakaan Kapal Motor (KM) Intim Teratai di perairan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan. Kapal tersebut dilaporkan kandas saat bertolak dari pelabuhan Kupal ke pelabuhan Bastiong, Kota Ternate. Insiden ini terjadi pada Selasa 17 Februari 2026, akibat cuaca buruk saat kapal dihantam gelombang.
Hasby menilai, peristiwa kecelakaan kapal bukan yang pertama kali terjadi dan terus berulang. Hal ini membuka persoalan serius dalam pengelolaan keselamatan transportasi laut. Sehingga itu, Hasby menyayangkan kejadian ini dan berharap insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Namun, kami bersyukur seluruh penumpang selamat, terima kasih untuk warga Makian yang telah membantu penumpang. Tetapi peristiwa ini tentu saja membuka kembali pertanyaan klasik tentang prosedur pelayaran. Ini bukan sekadar musibah, tetapi otoritas pelayaran kepelabuhan, juga standar kelayakan kapal,” ujar Hasby.
Ia menegaskan, perlu evaluasi dan penerapan standar pelayaran yang ketat, mengingat sudah berulang kali rakyat selalu menjadi korban akibat kelalaian penerapan prosedur pelayaran dan kelayakan armada.
“Kita akan memasuki bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 H. Rakyat, khususnya kaum muslimin akan mudik ke kampung halaman mereka, saya berharap pemerintah daerah dan otoritas pusat harus benar-benar menjamin keselamatan rakyat dengan menjamin standar pelayaran dan standar kelayakan transportasi yang melayani rakyat tanpa kecuali,” tandas Hasby.
Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate menyebutkan, insiden ini terjadi pada koordinat duga 0°20’58.00″N / 127°21’24.00″E atau sekitar 24,66 nautical mile dengan radian 174,48 derajat dari Kota Ternate.
Berdasarkan kronologi, KM Intim Teratai berangkat dari Pelabuhan Kupal pada Senin (16/2) pukul 21.00 WIT. Namun, pada Selasa (17/2) sekitar pukul 04.45 WIT, kapal dilaporkan kandas dan dalam kondisi miring di perairan Pulau Makian.
Para penumpang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Ternate dan meminta bantuan evakuasi.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, tim Rescue Kansar Ternate bersama unsur terkait segera bergerak menuju lokasi kejadian perkara (LKP) menggunakan KN SAR Pandudewanata untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.
“Hingga saat ini, tim di lapangan masih berupaya melakukan proses evakuasi terhadap penumpang yang berada di atas kapal,” ujar Iwan.
Operasi SAR ini melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Kantor SAR Ternate, Polairud Polda Maluku Utara, Lanal Ternate, KPLP Ternate, serta keluarga korban. (tan)











