Kendalikan Inflasi, Pemprov dan Pemkot Ternate Gelar Pasar Murah

TERNATE, NUANSA – Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Pemerintah Kota Ternate, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) dan Bulog menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) di Benteng Oranje Ternate, Sabtu (21/2).

Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga pangan di bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Malut, Sri Haryanti Hatari, yang hadir mewakili Sekprov dalam sambutannya menekankan bahwa GPM bukan sekadar upaya stabilisasi harga, melainkan langkah nyata pemerintah untuk memastikan ketersediaan stok pangan bagi masyarakat.

“Ternate adalah barometer Maluku Utara. Jika stok di Ternate aman, maka ketersediaan di kabupaten/kota lain biasanya akan mengikuti. Kami juga memastikan distribusi dari distributor terus dipantau agar tidak terjadi kelangkaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan serupa direncanakan akan menyasar 10 kabupaten/kota lainnya di Maluku Utara melalui rangkaian Safari Ramadan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malut, Handi Susila, memberikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor tersebut. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan panic buying meski fluktuasi harga sering terjadi menjelang hari raya.

“Stok pangan saat ini masih aman. Kami mengimbau masyarakat untuk belanja bijak, yaitu membeli sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Hal ini penting untuk menjaga kenyamanan bersama dan membantu mengendalikan angka inflasi,” imbuhnya.

Terkait dengan itu, untuk menekan harga, selain Bulog Ternate, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Malut juga menggandeng berbagai pemasok komoditas pokok, terutama kelompok “Barito” (Bawang, Rica, Tomat).

Plt Kadis Perindag Malut, Roni M Saleh, menyatakan bahwa kerja sama dengan pemasok ini bertujuan agar harga jual di lokasi GPM berada di bawah harga pasar saat ini.

“Kami mendatangkan langsung pemasok agar masyarakat bisa mendapatkan akses bahan pangan yang lebih terjangkau,” ucapnya.

Roni juga manambahkan bahwa kegiatan yang sama akan dilakukan pada 7 Maret mendatang di Kota Ternate.

Berdasarkan data di lapangan, berikut adalah daftar harga beberapa kebutuhan pokok yang ditawarkan:

Beras SPHP: Rp12.000 /kg

Minyak Kita: Rp15.000 /liter

Gula Pasir: Rp18.000 /kg

Bawang Merah: Rp50.000 /kg

Bawang Putih: Rp45.000 /kg

Cabai Rawit: Rp75.000 /kg

Cabai Merah Keriting: Rp35.000 /kg.

Pemerintah berharap GPM ini dapat mengurangi beban ekonomi masyarakat di tengah kondisi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten II Setda Malut, Sekretaris Daerah Kota Ternate, Kepala Bulog Cabang Ternate, jajaran Bank Indonesia, pimpinan OPD Malut dan Kota Ternate serta masyarakat. (tan)