DARUBA, NUANSA – Kondisi cuaca tak menentu menjelang hari raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, menjadi atensi untuk seluruh masyarakat yang melaksanakan mudik lebaran. Tak hanya cuaca, kondisi mesin sarana transportasi antar pulau pun menjadi perhatian khusus.
Di Morotai sendiri, kasus mogoknya speedboat di tengah laut akibat terjadi kerusakan mesin seringkali terjadi. Para penumpang selalu menyesalkan pihak Syahbandar yang tak melakukan pengecekan terhadap sejumlah speedboat yang kualitasnya semakin memburuk.
Kepala Syahbandar Morotai, Anwar Sahiatua, mengatakan pihaknya akan memberlakukan sistem buka-tutup saat terjadi cuaca dan kondisi laut yang tak menentu.
“Khusus untuk speedboat ini kami buka-tutup sistemnya. Jadi kalau cuaca buruk, maka dipending sementara waktu sambil menunggu cuaca membaik,” ujar Anwar kepada Nuansa Media Grup (NMG), Kamis (12/3).
Menurutnya, seluruh alat transportasi laut baik kapal, feri maupun speedboat selalu dilakukan pengecekan oleh petugas untuk mengantisipasi kelayakan transportasi tersebut.
“Khusus untuk speedboat ini sementara kita lagi pemeriksaan terus menerus secara intensif,” katanya.
Lebih lanjut, Anwar juga memastikan bahwa sistem yang sama juga tetap diterapkan saat libur lebaran nanti. Para pengunjung hanya diizinkan ke wisata-wisata pulau, jika cuaca sekitar membaik.
“Karena memang kalau berwisata ini kan pakai speedboat juga, jadi sama saja kalau cuaca memburuk maka kami tutup,” pungkasnya. (ula/tan)












