DARUBA, NUANSA – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) tengah melirik potensi kadar garam laut Pulau Rao. Sumber daya laut di Pulau Rao ini pernah diuji secara ilmiah dan mempunyai kadar garam yang cukup tinggi. Potensi garam laut Morotai ini juga diharapkan mendapat perhatian pemerintah pusat untuk mendorong swasembada garam nasional 2027.
Plt Kepala DKP Morotai, Jhon F Tiala, mengatakan pihaknya pernah membuat alat produksi dengan perlengkapan seadanya untuk pengelolaan garam laut Morotai ini. Tetapi hal tersebut tak berjalan maksimal lantaran Pemkab Morotai memiliki banyak keterbatasan dalam pengembangannya.
“Terkait garam Pulau Rao memang benar, karena saat ini kami sudah lakukan pembuatan dengan peralatan seadanya dan hasilnya sudah diuji di Lab PT Sucofindo Jakarta,” ujar Jhon kepada Nuansa Media Grup (NMG), Kamis (12/3).
Menurutnya, berdasarkan hasil uji laboratorium tersebut, kadar garam (NaCl)-nya mencapai 90,82%, dan kadar airnya mencapai 8,35%. Padahal, pengambilan sampel yang diuji ini diambil di area Desa Leo-leo, Pulau Rao, yang merupakan desa aliran sungai. Jhon memastikan bahwa sejumlah desa lainnya kemungkinan memiliki kadar garam laut yang lebih tinggi lantaran tak berada di titik aliran sungai.
“Sedangkan kami belum coba untuk Desa Posi-posi dan Tanjung Garam, kami yakin pasti lebih tinggi kadar garamnya di dua tempat tersebut,” katanya.
Ia berharap, pemerintah pusat bisa melihat potensi garam yang tersedia di Pulau Morotai. Sebab, hal ini juga dapat mendorong target program swasembada garam nasional tahun 2027.
“Kami juga berharap, ke depan ada investor yang mau ke Pulau Rao, sehingga Morotai ke depan menjadi yang pertama di Maluku Utara yang bisa memproduksi garam berkualitas tinggi,” pungkasnya. (ula/tan)












