Festival Ela-ela di Sofifi, Wagub Ajak Jaga Kekompakan 

SOFIFI, NUANSA – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menggelar tradisi tahunan Festival Ela-ela yang dipusatkan di pelataran Masjid Raya Shaful Khairaat, Selasa (17/3) malam. Suasana malam ke-27 Ramadan di Ibu Kota Sofifi berlangsung khidmat dan meriah.

Acara pembukaan festival ini ditandai dengan prosesi Sora Guto. sebuah ritual simbolis penyalaan obor Ela-ela yang menjadi warisan budaya masyarakat Maluku Utara dalam menyambut malam Lailatulqadar.

Hadir dalam kegiatan tersebut yakni Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Sekretaris Provinsi Samsuddin Abdul Kadir, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Malut, Ketua BKM Shaful Khairaat, para imam, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Sarbin menyampaikan bahwa memburu malam Lailatulqadar tidak cukup hanya dengan ritual ibadah di dalam masjid. Menurutnya, esensi malam kemuliaan tersebut juga terpancar melalui kepekaan sosial.

“Wajah Lailatulqadar itu juga ada pada anak yatim yang belum kita bantu, pada tangisan mereka, serta terhimpun dalam pengabdian seorang anak kepada orang tuanya. Selain berzikir dan bertadarus, mari kita wujudkan perilaku spiritual ini dalam kehidupan nyata,” ujar Sarbin.

Sarbin juga memberikan apresiasi kepada Biro Kesra, panitia, dan pengurus Masjid Shaful Khairaat yang telah menginisiasi festival ini. Ia berharap kegiatan ini dapat mendorong semangat beragama dan memperkuat syiar Islam di Maluku Utara.

“Jaga selalu kekompakan dan keamanan. Semoga tahun depan festival ini bisa dilaksanakan lebih variatif dan inovatif agar gairah semangat keberagaman kita semakin konkret,” tambahnya.

Festival Ela-ela tahun ini diikuti dengan antusias oleh peserta dari seluruh desa di Kecamatan Oba serta perwakilan organisasi paguyuban se-Kota Sofifi. Kemilau obor yang dinyalakan serentak menjadi simbol harapan dan doa agar keberkahan Lailatulqadar senantiasa menaungi Bumi Moloku Kie Raha. (tan)