TERNATE, NUANSA – Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kota Ternate memastikan penanganan dampak gempa di Kecamatan Pulau Batang Dua terus berjalan, termasuk rencana pembangunan kembali rumah warga yang rusak. Ini disampaikan Ketua Posko Tanggap Darurat, Rizal Marsaoly, usai rapat koordinasi bersama Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, Senin (13/4).
Rizal mengatakan, data kerusakan telah dihimpun oleh Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Ternate bersama tim di lapangan.
“Kurang lebih 233 sekian itu data awal, mungkin ada penambahan. Tapi paling tidak sudah ada klasifikasi kerusakan, mulai dari rumah tinggal, fasilitas pendidikan, fasilitas kantor, hingga rumah ibadah,” ucap Rizal.
Berdasarkan rekap data yang diterima, total fasilitas terdampak mencapai 263 unit, dengan rincian terbesar pada sektor hunian warga. Dari jumlah tersebut, 126 rumah mengalami rusak ringan, sementara sisanya tersebar pada kategori rusak sedang 62 rumah dan berat 62 rumah.
Selain rumah, terdapat pula kerusakan pada fasilitas sekolah, kantor, dan rumah ibadah (gereja). Rizal menjelaskan, hasil turun lapangan bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara memastikan adanya dukungan bantuan dari pemerintah provinsi, khususnya untuk rumah ibadah dan hunian warga.
“Untuk gereja akan dibantu oleh pemerintah provinsi. Sedangkan rumah hunian juga akan dibantu, bahkan sudah disampaikan langsung oleh Ibu Gubernur di hadapan warga,” ujar Rizal.
Lebih lanjut, Pemkot Ternate juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Perumahan Rakyat untuk penanganan rumah warga melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Program ini nantinya difokuskan pada perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) yang terdampak gempa.
“Seluruh data korban telah terverifikasi secara lengkap. Data sudah by name, by address, lengkap dengan KK dan KTP masing-masing. Jadi sudah jelas siapa yang akan menerima bantuannya,” kata dia.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa proses pembangunan tidak bisa dilakukan secara instan karena harus melalui tahapan dan mekanisme program dari pemerintah pusat.
“Tidak mungkin hari ini datang, besok langsung dibangun. Tapi kami berharap prosesnya bisa dipercepat. Koordinasi di kementerian sementara berjalan,” ujarnya.
Pemkot Ternate, lanjut Rizal, mengapresiasi langkah cepat pemerintah provinsi yang telah membuka akses bantuan bagi warga terdampak di Batang Dua.
“Harapan kami, warga yang terdampak bisa segera mendapatkan fasilitas rehab dan rekonstruksi,” harapnya.
Rizal juga menambahkan masa tanggap darurat akan berakhir pada 15 April. Sehingga pihaknya akan melaksanakan rapat dengan berbagai pertimbangan dari hasil tinjauan lapangan atau perpanjangan lagi ke depannya.
“Sementara warga di tempat pengungsian masih manfaatkan MCK pada rumah masing-masing yang bisa digunakan dengan catatan tetap waspada dan ikhtiar walaupun gempa 7,6 sudah berakhir, tapi intensitas perlu waspada,” pungkasnya. (udi/tan)












