google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Wagub Pimpin Rakor Pascagempa Batang Dua, Pastikan Logistik Aman 

TERNATE, NUANSA – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, memimpin rapat koordinasi (rakor) tindak lanjut penanganan pascagempa di Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate. Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Ex-Crisant, Ternate, Senin (13/4) ini bertujuan untuk mensinkronisasikan langkah mitigasi berdasarkan data ilmiah terkini dari BMKG.

Rapat tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Ternate, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas 1 Sultan Baabullah, Kadis Sosial Malut, Kadis Kominfo Malut, Kepala Stasiun Geofisika Ternate, serta sejumlah instansi teknis terkait lainnya.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Wakil Gubernur menyampaikan bahwa rakor ini merupakan perintah langsung Gubernur Maluku Utara dalam menindaklanjuti kunjungan lapangan sebelumnya. Terdapat dua poin utama yang menjadi keresahan warga Batang Dua: kepastian mengenai durasi gempa susulan serta permohonan relokasi bagi warga terdampak.

“Kami hadir untuk memberikan kepastian informasi. Berdasarkan koordinasi dengan BMKG, gempa susulan diprediksi masih akan terjadi hingga pertengahan April atau sekitar dua hingga tiga minggu sejak gempa utama pada tanggal 2 April lalu. Namun, intensitasnya terus menurun,” ujar Sarbin.

Pemerintah provinsi dan Pemkot Ternate akan segera menerima laporan tertulis dari BMKG sebagai dasar pengambilan kebijakan mitigasi. Wagub juga mewacanakan standarisasi pembangunan rumah di Batang Dua yang harus memiliki ruang terbuka (spasi halaman) yang cukup, guna meminimalisir risiko reruntuhan bangunan saat terjadi gempa di masa depan.

Terkait bantuan logistik, Wagub menegaskan bahwa stok dalam kondisi aman terkendali.

“Kemarin telah didistribusikan kurang lebih 4 ton logistik ke Batang Dua untuk memenuhi kebutuhan warga di sana,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Gede Ericsana Yasa, menjelaskan bahwa gempa dengan kekuatan magnitudo 5 tidak berpotensi tsunami. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu mengungsi hingga ke wilayah pegunungan yang jauh.

“Kekuatan gempa susulan semakin menurun dan diprediksi tidak akan sekuat gempa awal. Kami meminta warga tetap waspada, namun cukup menempati pos-pos pengungsian yang telah disiapkan pemerintah karena status ancaman tsunami sudah berakhir,” jelas Gede.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi dan memastikan rasa aman bagi seluruh warga di Kecamatan Batang Dua melalui langkah-langkah yang terukur dan informatif. (tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version