google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Daerah  

Korban Terakhir Erupsi Gunung Dukono Ditemukan Meninggal, Jalur Pendakian Ditutup Permanen

Proses evakuasi korban erupsi Gunung Dukono. (Basarnas for NMG)

TOBELO, NUANSA – Tim SAR gabungan telah menemukan dua korban meninggal erupsi Gunung Dukono, Halmahera Utara, Maluku Utara, yang merupakan warga negara asing (WNA). Operasi pencarian kini dihentikan setelah semua korban meninggal, termasuk satu warga negara Indonesia (WNI) sehari sebelumnya, telah ditemukan.

Dua korban WNA itu ditemukan pada Minggu (10/5), di hari ketiga pencarian yang melibatkan 98 personel tim SAR dari Basarnas, BPBD Kabupaten Halmahera Utara, TNI AD, TNI AL, Polairud, Brimobda, ERT Gosowong, PMI serta masyarakat setempat.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kedua WNA itu, H.W.Q.T. (L) 30 tahun dan S.M.B.A.H. (L) WNA 27 tahun, ditemukan dalam kondisi meninggal. Sementara 1 WNI, berinisial E (P) ditemukan dalam kondisi meninggal sehari sebelumnya, Sabtu (9/5).

Menurut penjelasan BNPB, pencarian di hari ketiga lebih terarah. Sebelumnya tim SAR menandai titik diduga lokasi korban tertimbun material pasir vulkanik menggunakan koordinat GPS pada operasi pencarian sehari sebelumnya.

Evakuasi dua korban WNI disebut sempat mengalami kendala karena posisi korban tertimbun material vulkanik dengan ketebalan dan kedalaman yang cukup signifikan.

Selain itu, aktivitas erupsi Gunung Dukono masih berlangsung secara fluktuatif, sehingga tim SAR gabungan harus melakukan proses evakuasi secara hati-hati dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan personel di lapangan.

Setelah ditemukan, dua korban WNA dan satu WNI dibawa ke pos penanganan darurat erupsi Gunung Dukono sebelum selanjutnya dirujuk ke RSUD Tobelo untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Selain tiga korban meninggal, terdapat 15 korban lainnya ditemukan selamat. Daftarnya sebagai berikut:

WNA Singapura

1. T.Y.M.E. (L) 30 tahun

2. O.S.S. (P) 37 tahun

3. P.L. (P) 33 tahun

4. L.H.E.I. (P) 31 tahun

5. T.J.Y.G. (P) 30 tahun

6. L.Y.X.V. (P) 30 tahun

7. L.S.D. (L) 29 tahun

WNI

8. B.B. (L) 24 tahun

9. Y. (L) 23 tahun

10. S. (L) 26 tahun

11. A. (L) 22 tahun

12. H. (L) 26 tahun

13. F.N. (P) 27 tahun

14. R.I. (P) 29 tahun

15. S.J. (L) 48 tahun

“Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR erupsi Gunung Dukono secara resmi dinyatakan ditutup,” tulis BNPB dalam keterangan resminya, Minggu (10/5).

Pendakian Gunung Dukono telah ditutup sejak 17 April 2026. Penutupan juga dipertegas lagi surat keputusan Bupati Halmahera Utara tentang penutupan permanen pendakian gunung api Dukono pada Jumat (8/5).

Operator, pengelola maupun penyedia jasa pendakian dilarang memberikan izin pendakian kepada siapapun. Pemerintah daerah juga melarang masyarakat maupun wisatawan memasuki kawasan rawan bencana (KRB) dalam radius empat kilometer dari puncak kawah sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

BNPB mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun pengelola jasa pendakian untuk selalu memeriksa daerah rawan bencana melalui aplikasi InaRisk Personal BNPB, mematuhi rekomendasi PVMBG serta tidak melakukan aktivitas di zona berbahaya demi keselamatan bersama. (tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version