google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Daerah  

Pemkab Morotai Dorong Rekrutmen Karyawan PT FBS Prioritaskan Warga Lokal

SKPT Morotai. (Zunajar/NMG)

DARUBA, NUANSA – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) mendorong perekrutan karyawan PT Fortuna Blue Seafood (PT FBS) harus mengutamakan tenaga kerja lokal.

Keberadaan PT FBS di Morotai sebagai salah satu perusahaan baru yang membeli dan mengekspor ikan tuna ini menjadi angin segar bagi daerah dan terutama nelayan. Selain mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD), produksi perikanan di Morotai juga kian massif. Namun, Pemkab Morotai tetap memberikan atensi agar perusahaan tersebut tetap mengutamakan sumber daya lokal saat melakukan perekrutan karyawan.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

“Yang jelas, warga lokal harus diutamakan karena warga sekitar itu punya kemampuan dan skill dalam mengolah hasil perikanan,” ujar Plt Kepala DKP Morotai, Jhon F Tiala, Selasa (12/5).

Menurut Jhon, semakin banyak investor pembeli ikan di Morotai, maka semakin baik pula pendapatan yang nantinya didapat oleh nelayan setempat. Tak hanya itu, keluhan nelayan terkait monopoli harga ikan di Morotai pun bisa diminimalisir lantaran adanya persaingan harga antar perusahaan pembeli ikan.

“Kalau lebih banyak investor justru lebih bagus, sehingga dengan kedatangan perusahaan yang baru ini kami bersyukur karena ke depan PAD juga pasti akan naik atau meningkat dibanding tahun kemarin,” pungkasnya.

Untuk diketahui, PT FBS merupakan perusahaan eksport ikan tuna loin yang menyasar pasar Jepang. Perusahaan tersebut menggantikan PT Harta Samudera setelah massa kontrak PT Harta Samudera berakhir pada Desember 2025 lalu.

Perusahaan ini menempati fasilitas Sentral Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) milik Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) di Desa Daeo Majiko, Kecamatan Morotai Selatan. (ula/tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version