TERNATE, NUANSA – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menerima kunjungan kehormatan dari Sekretaris Pertama (Sestama) I Bidang Politik Kedutaan Besar (Kedubes) Singapura untuk Indonesia, Mr. Vickland Malik. Pertemuan yang berlangsung hangat dan produktif ini dilaksanakan di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Ex-Crysant, Ternate, pada Rabu (20/5).
Pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Malut, Samsuddin Abdul Kadir, Wakil Wali Kota Ternate, Asisten II Setdaprov, Kepala Bappeda, Kadis Koperasi dan UKM, Kadis Sosial, Kadis Kelautan dan Perikanan, serta perwakilan dari Dinas Pariwisata, Kesbangpol, dan Kabag Humas Pemprov Malut.
Selain menjadi ajang penjajakan peluang investasi, pertemuan ini juga diawali dengan penyampaian apresiasi mendalam dari Pemerintah Singapura atas kesigapan pemerintah daerah di Maluku Utara dalam menangani insiden evakuasi pendaki asal Singapura di Gunung Dukono, Halmahera Utara, beberapa waktu lalu.
Dalam sambutan pengantarnya, Samsuddin menekankan pentingnya pergeseran paradigma dalam jalinan kerja sama internasional. Maluku Utara kini mendorong pola investasi di mana para investor datang langsung membangun, mengelola, dan mempromosikan potensi daerah secara bersama-sama.
Pola kerja sama ini dinilai jauh lebih mengikat dan memberikan kepastian ekonomi jangka panjang bagi daerah, baik di sektor pariwisata, pertanian, nikel, maupun penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Apalagi, Maluku Utara secara geografis memiliki keunggulan komparatif yang sangat luar biasa sebagai posisi simpang laut dan udara terbaik di kawasan pasifik, salah satunya potensi strategis di Ternate. Keamanan investasi juga dijamin penuh mengingat Maluku Utara dikenal luas sebagai provinsi dengan tingkat kebahagiaan penduduk tertinggi di Indonesia, yang mencerminkan situasi wilayah yang aman, ramah, dan kondusif bagi para pelaku usaha.
Merespons hal tersebut, Sestama I Bidang Politik Kedubes Singapura, Mr. Vickland Malik, menyatakan bahwa Pemerintah Singapura berkomitmen kuat untuk menjadi salah satu mitra strategis bagi kemajuan Maluku Utara, khususnya Kota Ternate sebagai salah satu pusat administrasi dan ekonomi regional.
Sebagai langkah konkret awal untuk membangun ekosistem investasi dan regulasi yang baik, Vickland menawarkan program kapasitas dan pelatihan melalui Singapore Cooperation Programme (SCP). Program beasiswa pelatihan intensif ini dikhususkan bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS)/ASN di luar negeri untuk belajar langsung di Singapura mengenai manajemen keuangan, regulasi investasi, pendidikan, hingga kesehatan.
”Tahun lalu ada sekitar 800 PNS dari Indonesia yang datang ke Singapura, dan tahun ini kami targetkan mencapai 1.000 peserta. Kami melihat data statistik untuk Maluku Utara sejauh ini belum ada yang mendaftar. Karena itu, melalui momentum ini, kami berharap di masa depan teman-teman ASN dari Maluku Utara bisa ikut serta dalam kursus ini agar kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan, dan kemudahan izin investasi di sini semakin meningkat,” ujar Vickland.
Ia juga menambahkan bahwa dunia bisnis di Singapura bergerak secara independen dari pemerintah. Oleh sebab itu, tugas utama pemerintah adalah menciptakan regulasi dan kepastian hukum yang ramah terhadap investor. Membangun kepercayaan (trust) seperti yang telah sukses dilakukan di Batam, membutuhkan kerja keras dan proses, dan Singapura siap mendampingi perjalanan Maluku Utara menuju kesejahteraan masa depan.
Mengakhiri pertemuan tersebut, Vickland menyampaikan rencana strategis ke depan, di mana Duta Besar (Ambassador) Singapura untuk Indonesia dijadwalkan akan melakukan kunjungan resmi ke Maluku Utara dengan memboyong sejumlah delegasi bisnis papan atas.
Kunjungan tingkat tinggi tersebut nantinya diorientasikan untuk mematangkan agenda kerja sama dan bertemu langsung dengan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, guna menyusun program-program kerja sama yang konkret dan berdampak luas bagi masyarakat.
Pertemuan lintas negara ini ditutup dengan komitmen bersama untuk saling memperkuat publikasi media dan media sosial, agar potensi besar pariwisata dan kekayaan alam Maluku Utara semakin dikenal di panggung internasional. (tan)
