SOFIFI, NUANSA – Halaman kediaman Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, dipenuhi senyum sumringah dan suasana haru pada Rabu (27/5). Hal ini terjadi saat Gubernur Sherly Tjoanda Laos bersama Sarbin Sehe mengadakan gelar griya (open house) dalam rangka perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Bagi ribuan warga yang hadir, momen tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi biasa, melainkan pengalaman berharga yang berkesan.
Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai latar belakang sosial telah memadati kawasan kediaman. Romi, salah seorang warga yang datang memboyong keluarga kecilnya, mengaku sudah lama menantikan momen ini. Ia mengungkapkan bahwa keinginannya untuk hadir langsung terinspirasi dari tayangan suasana gelar griya para pemimpin negara di televisi.
Di sudut halaman yang lain, kebahagiaan mendalam terpancar dari wajah Muhammad yang datang didampingi kedua orang tuanya. Mereka datang jauh-jauh dengan satu harapan sederhana, yakni dapat bersalaman dan bertemu langsung dengan Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara tersebut.
Dalam suasana yang penuh kekeluargaan dan tanpa sekat, Gubernur dan Wakil Gubernur membuka lebar-lebar pintu kediaman bagi siapa saja yang ingin bersilaturahmi. Mulai dari jajaran pejabat daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga warga umum dari pelosok desa disambut dengan perlakuan yang sama hangatnya.
Agenda gelar griya ini menjadi momentum strategis untuk mempererat tali silaturahmi antara jajaran pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan kembali semangat kebersamaan dan gotong royong dalam merayakan hari raya kurban.
Selain dipadati oleh masyarakat umum, acara ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda Maluku Utara, para pejabat eselon di lingkungan Pemprov Malut, serta staf ASN dan tenaga honorer. Setelah saling bersalaman dan memaafkan, para tamu dipersilakan untuk mencicipi aneka hidangan khas lebaran yang telah disajikan oleh panitia.
Menurut Sherly, esensi utama dari pelaksanaan gelar griya ini adalah meluruhkan jarak struktural dan mempererat ikatan batin antara pemerintah provinsi dengan rakyat yang dilayani.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kepemimpinannya untuk terus membuka ruang dialog informal yang inklusif dengan masyarakat. Melalui pertemuan santai seperti ini, aspirasi murni dari warga dapat terserap dengan lebih jujur dan baik, sehingga pemerintah bisa bergerak lebih responsif dalam mengambil kebijakan.
“Pada momen Iduladha yang penuh berkah ini, mari kita semua meredam segala ego, amarah, dan prasangka yang mungkin masih tersisa di dalam diri kita. Kita buka lembaran baru dengan saling merangkul,” ajak Sherly dengan khidmat.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sarbin Sehe menyampaikan rasa terima kasih dan syukurnya atas antusiasme kehadiran warga serta rekan-rekan sejawat. Baginya, Iduladha bukan sekadar ritual ibadah vertikal kepada Sang Pencipta, melainkan juga sebuah madrasah sosial untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan dan menumbuhkan semangat kepedulian antarsesama.
Sebagai bentuk berbagi kebahagiaan di hari raya, Gubernur Sherly dengan senyum tulus menyapa masyarakat satu per satu, menyalami mereka, berbincang ringan, serta membagikan santunan tali asih kepada anak-anak yang hadir.
Salah seorang remaja yang hadir, Alwi (15 tahun), mengaku sangat senang bisa mengikuti jalannya gelar griya ini. Warga yang berdomisili di Sofifi ini juga mendoakan agar Gubernur dan Wakil Gubernur beserta keluarga besar senantiasa diberikan kesehatan dalam memimpin daerah.
“Senang sekali bisa bersalaman langsung dengan Ibu Gubernur dan Pak Wagub, apalagi tadi anak-anak juga diberikan santunan lebaran. Semoga di masa kepemimpinan beliau berdua, Maluku Utara semakin maju, makin aman, dan banyak diciptakan lapangan kerja untuk kami yang muda-muda ini,” harap Alwi polos.
Kegiatan gelar griya ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen dan berbagi kebahagiaan di hari yang penuh berkah, tetapi juga mencerminkan gaya kepemimpinan Sherly-Sarbin yang terbuka, humanis, dan dekat dengan rakyat. Suasana penuh kehangatan yang tercipta sepanjang acara menegaskan komitmen bahwa persatuan adalah fondasi utama dalam membangun Maluku Utara ke depan. (tan)
