Daerah  

Pemkot Ternate Pastikan PPPK tak Dirumahkan

TERNATE, NUANSA – Pemerintah Kota Ternate memastikan tidak akan merumahkan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sebaliknya, pemerintah daerah berkomitmen tetap memenuhi hak para PPPK, bahkan berencana menaikkan besaran gaji yang diterima.

Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, yang juga Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Ia memberikan atensi khusus persoalan pembayaran gaji PPPK yang tengah dihadapi sejumlah pemerintah daerah, termasuk beberapa kabupaten/kota di Maluku Utara.

Menurut Rizal, kendala pembayaran gaji PPPK di sejumlah daerah dipengaruhi oleh pengurangan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) akibat kebijakan rasionalisasi anggaran pada tahun sebelumnya. Kondisi tersebut kemudian berdampak pada struktur belanja daerah tahun anggaran 2026.

“Kondisi itu terjadi karena adanya pengurangan TKD akibat rasionalisasi di tahun kemarin yang kemudian mempengaruhi belanja di tahun 2026,” ujarnya.

Rizal menjelaskan, usai mengikuti retret nasional yang melibatkan seluruh Sekretaris Daerah dan Kepala Bappelitbangda se-Indonesia di Jatinangor, Pemkot Ternate langsung menindaklanjuti arahan pemerintah pusat untuk memprioritaskan pemenuhan belanja wajib atau mandatory spending.

Selain itu, Pemkot Ternate juga telah memenuhi Surat Edaran Menteri Dalam Negeri yang meminta pemerintah daerah yang belum mampu membayar gaji PPPK agar segera melaporkan kondisi keuangannya kepada pemerintah pusat.

“Setelah saya selaku Ketua TAPD melakukan perhitungan, justru kebijakan kami bukan hanya mempertahankan pembayaran, tetapi juga akan menaikkan gaji PPPK. Kami dengan tegas menyatakan tidak akan merumahkan mereka,” tegas Rizal.

Ia menambahkan, pengelolaan anggaran daerah dilakukan dengan mengedepankan skala prioritas tanpa mengabaikan hak-hak pegawai. Sejumlah kebutuhan mendesak, seperti penanganan bencana, pembangunan sekolah, hingga pembayaran gaji PPPK, tetap menjadi prioritas agar pelayanan publik tidak terganggu.

Menurutnya, kepastian tersebut merupakan hasil dari mitigasi serta perencanaan keuangan yang telah disusun sejak tahun sebelumnya. Di sisi lain, Pemkot Ternate juga terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna menopang kebutuhan belanja daerah.

“Kami tidak akan mengambil langkah yang sama seperti daerah lain. Segala ikhtiar dan perencanaan yang kami lakukan sejak dini membuahkan hasil, sehingga alhamdulillah anggaran belanja tetap bisa berjalan dengan baik meski kondisi keuangan sedang menantang,” tandas Rizal. (udi/tan)