DARUBA, NUANSA – Tiga orang pemuda asal Desa Meti, Kecamatan Tobelo Timur, Kabupaten Halmahera Utara, terseret arus saat berenang di Pantai Desa Bido, Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, Rabu (15/7). Satu korban bernama Jeit Oga (21 tahun) dilaporkan hilang.
Korban Jeit bersama dua temannya diduga terseret arus Pantai Bido pukul 18.00 WIT. Jeit belum ditemukan, sedangkan dua orang lainnya Sem Kristian Bilangua (16 tahun) dan Kristovel Fredik Bilangua (20 tahun) berhasil menyelamatkan diri.
Kejadian bermula sekitar pukul 18.00 WIT, di mana tiga orang warga Desa Meti itu sedang menghadiri kegiatan di Desa Bido sedang mandi pantai dan berenang di perairan tersebut. Saat sedang berenang, ketiga korban diduga terseret ombak dan arus.
Korban atas nama Sem Kristian Bilangua berhasil menyelamatkan diri dengan berenang hingga ke daratan, kemudian meminta bantuan kepada masyarakat setempat. Sekitar 30 menit kemudian, masyarakat berhasil menemukan dan mengevakuasi korban kedua atas nama Kristovel Fredik Bilangua (20 tahun) dalam keadaan selamat.
Sementara itu, korban ketiga atas nama Jeit Oga hingga saat ini belum berhasil ditemukan. Masyarakat bersama unsur terkait masih terus melaksanakan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian dan hingga saat ini korban belum ditemukan.
Danpos Unit Siaga SAR Morotai, M Rizal, mengatakan Basarnas USS Morotai yang mendapatkan laporan kejadian tersebut langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Bido, unsur TNI/Polri, BPBD, dan potensi SAR setempat.
Selanjutnya, pukul 20.20 WIT, Tim Rescue USS Morotai bergerak menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian. Namun hingga saat ini, korban belum dapat ditemukan, pencarian pun dihentikan sementara dan akan dilanjutkan esok hari.
Kejadian itu juga dibenarkan Kasi Humas Polres Morotai, IPDA Yusuf Kasim. Ia menjelaskan, proses pencarian dihentikan sementara lantaran kondisi cuacanya ekstrem disertai gelombang tinggi.
“Pencarian dilanjutkan setelah kondisi air surut dan memungkinkan dilakukan penyisiran,” ujar Yusuf.
Adapun unsur yang terlibat dalam proses pencarian di antaranya Unit Siaga SAR Morotai, TNI AL, Polairud, BPBD Morotai, Pemerintah Desa Bido, warga setempat dan keluarga korban.
Untuk diketahui, ketiga pemuda ini datang ke Morotai dengan tujuan bekerja sebagai operator sound system pada acara pesta pernikahan yang berlangsung di Desa Bido. (ula/tan)
