google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Daerah  

Dari Jalan Tani hingga Krisis Air Bersih, Riswan Siap Kawal Aspirasi Warga Desa Adu Halmahera Barat 

Riswan Hi Kadam.

JAILOLO, NUANSA  — Jeritan hati masyarakat Desa Adu, Kecamatan Ibu Selatan, menggema di ruang kantor desa saat kunjungan reses anggota DPRD Kabupaten Halmahera Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Riswan Hi Kadam.

Di hadapan wakil rakyat, Camat Ibu Selatan, kepala desa, serta warga menumpahkan kepedihan hidup yang mereka pikul bertahun-tahun akibat krisis air bersih serta ketiadaan akses jalan tani. Penderitaan ini nyata dirasakan oleh 336 kepala keluarga (KK) dengan total 778 jiwa di desa tersebut.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Setiap hari, warga terpaksa mengorbankan waktu produktif dan kehilangan kesempatan mencari nafkah demi mengantre air. Dari fajar menyingsing hingga matahari terbenam, barisan jerigen plastik panjang menanti tetesan air. Ironisnya, setelah mengantre seharian penuh, air yang dibawa pulang tetap tidak mampu mencukupi kebutuhan dasar keluarga.

Tidak hanya air bersih, urat nadi perekonomian warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani juga lumpuh. Ketiadaan pembangunan jalan tani membuat akses menuju perkebunan menjadi medan perjuangan yang sangat berat. Ketika musim panen tiba, hasil keringat 778 jiwa warga Desa Adu tergerus oleh mahalnya ongkos transportasi. Keuntungan yang seharusnya bisa digunakan untuk menyekolahkan anak-anak justru habis di jalan hanya untuk biaya angkut.

Mendengar langsung penderitaan konstituennya, anggota dewan Riswan Hi Kadam menegaskan sikapnya secara tegas dan penuh tanggung jawab. Ia berjanji tidak akan tinggal diam melihat penderitaan yang dialami warga Desa Adu.

“Selaku wakil rakyat yang telah bapak dan ibu pilih, saya berkomitmen penuh akan memperjuangkan dan terus menyuarakan aspirasi ini kepada pemerintah daerah,” tegas Riswan di hadapan warga yang hadir.

Riswan menyatakan bahwa pemenuhan air bersih dan pembangunan jalan tani di Desa Adu bukan lagi sekadar usulan biasa, melainkan kebutuhan darurat kemanusiaan yang harus segera dijawab oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat melalui kepekaan sosial dan alokasi anggaran yang nyata.

Melalui momentum reses ini, warga Desa Adu sangat berharap adanya sentuhan rehabilitasi jaringan air bersih dan pembangunan jalan tani agar 336 KK di wilayah tersebut dapat kembali hidup layak serta mandiri secara ekonomi. (adi/tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version