google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Daerah  

Gamhas Desak Pemkot Selesaikan Krisis Air Bersih di Ternate

TERNATE, NUANSA – Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (Gamhas) menggelar aksi di depan kantor Wali Kota Ternate, Selasa (6/10). Dalam aksi tersebut, Gamhas meminta Pemerintah Kota Ternate segera menyelesaikan persoalan krisis air bersih yang masih dialami sejumlah masyarakat di Kota Ternate.

Perumda Air Minum Ake Gaale juga diminta untuk mengaktifkan bank penampung air di Kelurahan Foramadiahi, distribusi air bersih di RT 08 Kelurahan Tubo dan selesaikan masalah air bersih di RT 017 Kelurahan Tabona Puncak serta Kelurahan Sasa Puncak RT 01. Selain itu, mereka juga meminta agar wali kota mengevaluasi kinerja Direktur Utama Perumda Ake Gaale.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dirut Perumda Ake Gaale Beri Penjelasan 

Menanggapi aksi tersebut, Direktur Utama Perumda Ake Gaale, Firman Mudaffar Sjah, menyampaikan terima kasih kepada Gamhas yang telah melakukan aksi terkait persoalan air bersih.

Menurutnya, penyampaian aspirasi ini bagian dari kontrol publik terhadap kinerja-kinerja Perumda Ake Gaale Ternate. Untuk persoalan air di Kelurahan Foramadiahi, ada satu bak penampung air yang belum difungsikan.

“Bahkan saya sudah turun cek ke lokasi. Jadi tinggal kita memanfaatkan atau memfungsikan kembali bak penampung air. Namun, kita harus menyediakan pipa atau jaringan air, termasuk pompa dan panel listrik,” jelas Firman.

Sedangkan untuk di RT 08 Kelurahan Tubo, Firman menjelaskan terdapat jaringan air bersih yang belum sampai ke kawasan tersebut. Namun saat ini, Firman menegaskan pihaknya bersama Dinas PUPR telah bekerja sama dan berkonsultasi dengan konsultan.

“Perumda Ake Gaale juga akan menambah satu sumur bor di daerah Tubo untuk menjawab keluhan air yang selama ini disampaikan oleh masyarakat,” ujar Firman.

Sementara di daerah ketinggian seperti Sasa puncak, Tabona, Jan, Maliaro, Tongole dan Marikurubu, hingga saat ini distribusi air bersihnya masih bergilir. Karena di wilayah tersebut ada 4-5 hari sekali jalan airnya.

“Ini menjadi komitmen Perumda Ake Gaale untuk terus berupaya menyelesaikan berbagai masalah air bersih di Kota Ternate. Kami bersyukur, walaupun ada kemarau yang sudah berlangsung 3-4 bulan, tapi air kita masih tetap berjalan aman,” timpalnya.

Saat ini, lanjut Firman, pihaknya tengah melakukan penggalian satu sumur bor di daerah Kelurahan Ubo-ubo untuk membantu menyuplai air di Danau Ngade. Karena dengan adanya kemarau ini, air Danau Ngade sudah mulai berkurang.

“Semoga saja dalam bulan ini, air bisa kita dapat dari sumur bor di Kelurahan Ubo-ubo,” tandas Firman. (udi/tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version