SOFIFI, NUANSA – Ratusan jemaah memadati Alun-Alun di jantung Ibu Kota Sofifi (IKS) dalam rangka Tabligh Akbar yang menghadirkan mubaligh kondang nasional, Ustaz Das’ad Latif, Minggu (11/10) malam.
Acara yang merupakan rangkaian memperingati Hari Jadi ke-27 Provinsi Maluku Utara ini juga diikuti dengan zikir dan doa bersama yang dipimpin imam besar Masjid Raya Shafful Khairaat.
Kehadiran ustaz asal Sulawesi Selatan tersebut disambut antusias masyarakat dari berbagai penjuru Maluku Utara. Bakda magrib, jemaah sudah mulai memadati lokasi acara untuk mendapatkan tempat terbaik agar bisa mendengarkan langsung tausiah dari dai kondang tanah air tersebut.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, tampak anggun mengenakan baju putih malam itu. Dengan khidmat, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan acara ini sedemikian rupa dan antusiasme masyarakat untuk menghadiri tausiah yang akan memberikan manfaat untuk masyarakat.
Sherly meniscayakan Maluku Utara adalah sebuah “rumah besar” bagi 1,4 juta penduduknya, yang membutuhkan penyegaran di berbagai sektor. Ia pun memaparkan sejumlah fondasi utama pembangunan, yakni pendidikan gratis SMA/SMK/SLB, peningkatan kualitas kesehatan melalui UHC prioritas, hingga penguatan infrastruktur bagi keberlanjutan ekonomi kerakyatan.
“Mari kita semua di usia Maluku Utara ke-27 ini, mengajak bersama-sama membangun rumah besar ini menjadi lebih baik dan lebih kuat lagi,” katanya.
Gubernur perempuan pertama di Maluku Utara tersebut berharap dari tabligh akbar ini, Maluku Utara akan dipersatukan melalui hati yang saling mengasihi, saling memaafkan untuk kemajuan pembangunan ke depan.
“Sesuai dengan tema HUT tahun ini, saya bersama Pak Sarbin memastikan bahwa pembangunan harus terasa, terasa bagi ibu-ibu, terasa bagi petani nelayan dan terasa bagi anak-anak kita,” tegas Sherly.
Sementara dalam untaian hikmahnya, Ustaz Das’ad Latif mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan sebagai nikmat besar yang harus disyukuri.
“Kita patut bersyukur karena Maluku Utara hidup dalam keadaan damai. Dengan itu kita bisa berdagang, bisa bekerja, bisa mencari nafkah untuk keluarga. Kalau tidak aman, semua itu sulit dilakukan” katanya.
Selain itu, ustaz yang juga akademisi Universitas Hasanuddin itu mengingatkan umat Islam di Maluku Utara agar tidak hanya rajin dalam beribadah, tetapi juga menjaga hubungan baik dengan sesama manusia. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang orang yang bangkrut di akhirat.
“Orang yang bangkrut bukan hanya yang tidak punya harta, tetapi orang yang datang dengan banyak pahala salat dan puasa, namun di dunia ia suka memfitnah, menzalimi, dan memutuskan silaturahmi. Akhirnya pahalanya habis untuk membayar kesalahan kepada orang lain,” jelasnya.
Pemprov berharap kegiatan Tabligh Akbar bersama Ustaz Das’ad tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat menjadikan iman, ilmu dan akhlak sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Padatnya Alun-Alun Sofifi dan kawasan sekitarnya menjadi gambaran tingginya antusiasme masyarakat Maluku Utara mengikuti kegiatan keagamaan. Kehadiran ratusan jemaah juga menunjukkan bahwa nilai spiritual masih menjadi salah satu ruang penting bagi masyarakat untuk menimba ilmu, mempererat silaturahmi dan memperkuat kehidupan keagamaan. (tan)
