SOFIFI, NUANSA – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, memaparkan lima angka penting terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2027.
Pemaparan ini disampaikan saat menghadiri rapat paripurna persidangan kesatu sekaligus dirangkaikan dengan perayaan HUT ke-27 Provinsi Maluku Utara di ruang paripurna DPRD Malut, Senin (12/10).
“APBD bukan sekadar besar uang yang kita miliki dan belanjakan, tetapi kita memastikan setiap rupiah yang kita belanjakan dapat menyelesaikan masalah di masyarakat,” ucap Sherly.
Dalam paparannya, ada lima angka penting dalam RAPBD 2027, di antaranya, PAD Provinsi Maluku Utara mengalami kenaikan 25 persen. Menurutnya, di tahun 2026 APBD Provinsi Maluku Utara di angka Rp1,6 triliun, sedangkan usulan RAPBD tahun 2027 di angka Rp1,8 triliun. Angka tersebut menunjukan kenaikan kisaran 54 persen dari APBD Induk tahun 2026.
Tentunya dengan proporsi APBD 51 dari total pendapatan APBD Maluku Utara sehingga menandakan kemandirian fiskal menengah. Selain itu, belanja daerah Rp4 triliun mengalami kenaikan 41,8 persen. Sementara belanja modal Rp1,2 triliun juga naik 91 persen mencapai 30 persen dari total belanja.
Menurut Sherly, peningkatan ini menghasilkan jalan, jembatan revitalisasi sekolah serta fasilitas kesehatan.
“Jika jalan dan jembatan terkoneksi maka biaya logistik, petani dan nelayan menjadi lebih murah sehingga nilai tukar petani dan nelayan bisa naik,” katanya.
Sherly juga menjelaskan 20 ruas jalan yang menjadi prioritas di tahun 2027 yakni ruas Jailolo, Ibu, Kedi dan Galela. Kemudian ruas Malifut, Muali, Lapi dan Darume tujuh km. Selain itu, keliling pulau Makian tujuh km.
Bagi Sherly, dari 33 kilo keliling pulau Makian sisanya 20 km. Untuk tahun 2026 ini telah dilakukan 5 km sehingga tinggal 15 km yang rencananya akan diselesaikan di tahun 2027 dan 2028.
Begitu juga ruas Guruapin-Modayama 9 km. Saketa-Dahepodo 5 km, Babang-Yaba 5 km, Babang-Songa 2,4 km, Songa-Wayatim 7,6 km, Laiwui-Jiko Dolong 7 km, Lawui-Jikotamo, Anggai, Jiko Dolong Soligi 6 km, Waina-Malbufa 5 km, Malbufa Waibau 5 km, Dofa-Falabisahaya 4,7 km, Falabisahaya-Auponhia 7km, Falabisahaya- Wailoba 7km, Ruas jalan Kota Sofifi 5 km, Dahepodo-Payahe 8,7 km serta Trans Kie Raha juga dilanjutkan.
Selain itu, Belanja Transfer untuk DBH di tahun 2026 melalui APBD Perubahan ada Rp300 miliar dianggarkan untuk membayar DBH tahun berjalan dan utang di tahun 2027 senilai Rp250 miliar.
“Dari pendapatan Rp3,5 triliun, belanja Rp4 triliun dan defisit sekitar Rp480 miliar sekian akan kita tutup dengan rencana pinjaman Rp500 miliar yang telah disetujui oleh DPRD,” jelasnya.
Sedangkan untuk target pertumbuhan 2027 di kisaran 21-25 persen, sementara pengangguran ditargetkan turun 3,5 persen dan kemiskinan juga ditargetkan turun 3 persen.
“Di tahun 2027 kita akan menurunkan 5 ribu KK yang miskin dengan intervensi yang dilakukan,” tegas Sherly.
Rapat Paripurna ini juga dihadiri Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Sekretaris Daerah Samsudin Abdul Kadir, Forkopimda Malut, Anggota DPD RI, serta pimpinan OPD Pemprov Malut. (tan)
