TERNATE, NUANSA – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, secara resmi membuka sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Sosialisasi Strategi Konsolidasi Pengadaan Barang dan Jasa yang berlangsung di Hotel Batik, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate dalam memperkuat ekonomi lokal melalui optimalisasi penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Agenda strategis yang diinisiasi Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Sekretariat Daerah Kota Ternate tersebut merupakan tindak lanjut atas rekomendasi Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK tertanggal 30 Juli 2026. Dalam rekomendasi itu, Wali Kota Ternate diminta menyurati Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk memperoleh pendampingan terkait konsolidasi pengadaan barang dan jasa. Dalam sambutannya, Rizal menekankan bahwa konsolidasi pengadaan merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan efisiensi belanja pemerintah sekaligus mendorong perputaran ekonomi daerah.
Menurutnya, konsolidasi pengadaan tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi belanja, tetapi juga memperkuat transparansi, akuntabilitas, penggunaan produk dalam negeri, serta pemberdayaan UMKM. Rizal berharap seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan konsolidasi pengadaan tersebut.
Ia menegaskan, konsolidasi bukan sekadar upaya memenuhi rekomendasi KPK, melainkan langkah konkret untuk memperbaiki tata kelola belanja pemerintah agar lebih efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. “Kepala OPD perlu memastikan kebutuhan barang di masing-masing perangkat daerah direncanakan secara cermat, realistis, dan sesuai prioritas. Rekomendasi MCP KPK ini harus ditindaklanjuti secara konkret,” tegas Rizal.
Ia juga meminta seluruh peserta mengikuti materi sosialisasi dengan baik, memahami strategi konsolidasi pengadaan, serta mendukung pelaksanaannya dengan menyiapkan data kebutuhan secara akurat dan menunjuk personel yang bertanggung jawab dalam proses identifikasi kebutuhan. Rizal menambahkan, keberhasilan konsolidasi pengadaan membutuhkan komitmen dan kerja sama seluruh OPD. Karena itu, kegiatan tersebut tidak boleh berhenti pada sosialisasi, tetapi harus ditindaklanjuti melalui langkah nyata untuk mewujudkan pengadaan yang efisien, transparan, akuntabel, serta berpihak pada produk dalam negeri dan UMKM. “Pemanfaatan Produk Dalam Negeri dan pelibatan aktif UMKM bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan komitmen kita bersama untuk membangkitkan perekonomian Kota Ternate. Melalui strategi konsolidasi ini, belanja daerah harus menjadi stimulus utama bagi kemajuan produk-produk lokal,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPBJ Kota Ternate, Aisah Ahmad, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan (stakeholders), khususnya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di setiap OPD. Menurut Aisah, sosialisasi ini diharapkan dapat membantu merumuskan strategi belanja pemerintah yang lebih efisien sekaligus membuka ruang lebih luas bagi pelaku UMKM lokal untuk berpartisipasi dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah daerah. Kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber dari LKPP yang akan memberikan pendampingan terhadap proses konsolidasi pengadaan di BPBJ Kota Ternate. Pendampingan ini diharapkan dapat memastikan seluruh tahapan pengadaan berjalan sesuai ketentuan dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
Melalui kegiatan ini, OPD di lingkungan Pemkot Ternate dibekali pemahaman mengenai optimalisasi skema belanja agar lebih tepat sasaran dan berdaya guna. Para peserta, termasuk kepala subbagian keuangan dan perencanaan, juga diharapkan dapat mendorong produk-produk lokal masuk ke dalam E-Katalog Lokal sehingga menjadi pilihan utama dalam belanja pemerintah. Dengan pemahaman yang merata dan koordinasi yang kuat ant perangkat daerah, persentase belanja produk dalam negeri serta keterlibatan UMKM dalam pengadaan pemerintah di Kota Ternate diharapkan meningkat pada tahun anggaran berjalan. Melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, Pemkot Ternate optimistis kualitas belanja daerah akan semakin baik dan mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan pelaku usaha lokal. (udi/tan)













