google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

50 Ribu Sak Semen Masuk Maluku Utara

SOFIFI, NUANSA – Pasokan semen di Maluku Utara kembali masuk setelah sempat mengalami kekosongan akibat keterlambatan distribusi kapal. Sebanyak 2.500 ton atau setara 50.000 sak semen kemasan 50 kilogram dilaporkan tiba melalui distributor Makmur Utama.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku Utara, M Ronny Saleh, menjelaskan keterlambatan pasokan sebelumnya dipengaruhi antrean kapal untuk pemuatan barang di Papua dan Manokwari. Kondisi tersebut berdampak pada jadwal pengiriman semen ke Maluku Utara.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dinas Perindag berkoordinasi dengan distributor serta memantau proses pembongkaran pasokan yang tiba di pelabuhan. Pada Selasa (27/10), sebanyak 1.000 sak semen telah dibongkar. Sementara itu, pada Rabu (28/10), proses pembongkaran masih berlangsung.

“Pasokan semen sudah kembali masuk. Kami terus berkoordinasi dengan distributor dan memantau kondisi pasar untuk memastikan ketersediaan stok tetap terjaga. Distributor juga merencanakan pemesanan lanjutan sebanyak 2.500 ton untuk memenuhi kebutuhan bulan berikutnya. Kami berharap distribusi berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat dan kegiatan pembangunan di Maluku Utara tidak terganggu,” ujar Ronny.

Total pasokan yang dilaporkan tiba mencapai 2.500 ton, setara dengan 50.000 sak berukuran 50 kilogram. Harga semen yang diinformasikan sebesar Rp81.000 per sak.

Untuk mengantisipasi kebutuhan bulan berikutnya, distributor Makmur Utama merencanakan pemesanan tambahan sebanyak 2.500 ton atau setara 50.000 sak. Apabila pemesanan tersebut terealisasi, total pasokan dari kedua pengiriman mencapai 5.000 ton atau 100.000 sak.

Disperindag Maluku Utara terus mengoordinasikan hasil pemantauan pasar dengan distributor untuk menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan stok. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kekosongan pasokan serta memastikan kebutuhan semen bagi masyarakat dan kegiatan pembangunan tetap terpenuhi.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Perindag juga terus memantau perkembangan pasokan di lapangan agar potensi gangguan distribusi dapat diantisipasi sejak dini. (tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version