Pembangunan Sekolah Rakyat di Halmahera Utara Hampir Tuntas, 270 Anak Siap Raih Mimpi Masa Depan

TOBELO, NUANSA – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 di Kukumutuk, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, Selasa (3/11). Dalam peninjauan tersebut, Wagub didampingi Plt Kepala Dinas Sosial Maluku Utara, Kepala Dinas Sosial Halmahera Utara, Kepala Sekolah Rakyat, dan Perwakilan Hutama Karya.

Sebanyak 270 anak Maluku Utara dari keluarga kurang mampu dipastikan memperoleh kesempatan menempuh pendidikan gratis dan meraih mimpinya melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi 1.

Di sela-sela kunjungannya, Wagub mengungkapkan bahwa Pemprov dan Pemkab Halmahera Utara terus memperkuat sinergi dalam rangka finalisasi penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Kukumutuk.

“Progresnya sudah baik. Cuma saya meminta tadi kepada pihak Hutama Karya bahwa diminta mempercepat. Insyaallah November-Desember sudah rampung,” ujar Sarbin.

Dalam kunjungannya, Sarbin menyempatkan waktu menyapa siswa–siswi SMP dan SMA yang sedang melakukan proses belajar hingga meninjau ruang kelas belajar siswa yang dilengkapi dengan meja/kursi untuk siswa dan guru, lemari, media pembelajaran papan tulis, dan infrastruktur pendukung berupa pencahayaan lengkap dengan kipas angin dan ventilasi.

Fasilitas pendukung seperti masjid, kantin, toilet, asrama siswa, fasilitas air bersih, tempat nyuci baju, hingga listrik juga menjadi perhatian Wagub dalam kunjungan tersebut, seraya menanyakan beberapa infrastruktur strategis seperti kesiapan air, listrik dan makanan.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1, Elvis Alwa mengapresiasi perhatian Wakil Gubernur beserta jajaran untuk memastikan keberlangsungan Sekolah Rakyat di Halmahera Utara ini.

“Terima kasih Pak Wagub. Kami komitmen ikuti terus perkembangan pekerjaan. Langkah harus cepat dalam proses pembangunan sekolah,” ujarnya.

Sebelum meninggalkan tempat, Sarbin menambahkan Sekolah Rakyat ini memiliki kekhususan. Program prioritas Presiden Prabowo ini hadir untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap memperoleh pendidikan dan pembinaan yang layak.

“Program ini menjadi wujud kehadiran negara dalam membuka jalan bagi anak-anak untuk tumbuh, berkembang, dan meraih masa depan tanpa dibatasi kondisi ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Sekolah Rakyat membawa harapan yang lebih besar: memastikan anak-anak yang selama ini menghadapi keterbatasan memiliki ruang untuk belajar, tumbuh, dan menemukan potensi terbaik dalam dirinya. Pendidikan bukan sekadar memberikan pengetahuan, melainkan membuka kesempatan bagi setiap anak untuk menentukan masa depannya sendiri.

Melalui Sekolah Rakyat, Pemprov Maluku Utara hadir bukan hanya untuk memastikan anak-anak bersekolah, tetapi juga untuk menemani mereka tumbuh dengan martabat, membangun harapan, dan melangkah menuju masa depan. Sebab, setiap anak berhak bermimpi besar, dan tidak boleh ada masa depan yang terhenti hanya karena keterbatasan hari ini.

Melalui pembangunan Sekolah Rakyat ini juga, Pemprov memiliki asa dapat meningkatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas bagi generasi penerus kelak, sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia di Maluku Utara. (tan)