Setelah Puluhan Tahun Gelap, Desa-desa di Maluku Utara ini Mulai Terang Maret 2026

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. (Istimewa)

SOFIFI, NUANSA – Puluhan desa di Maluku Utara yang selama bertahun-tahun belum menikmati aliran listrik akhirnya mendapat secercah harapan. PT PLN (Persero), usai bertatap muka dengan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, berkomitmen menuntaskan penyalaan listrik desa (lisdes) paling lambat Maret 2026.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus mendorong kolaborasi intensif dengan PLN agar akses listrik merata hingga ke wilayah-wilayah terluar dan kepulauan. Program ini diharapkan tidak hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga menjadi fondasi peningkatan ekonomi desa.

Manager UP2K PLN Provinsi Maluku Utara, Amrijal A Simarmata, menegaskan kehadiran PLN merupakan bentuk komitmen negara dalam menyediakan energi yang berkeadilan.

“PLN berkomitmen dan hadir untuk memberikan energi yang berkeadilan serta menunjang program pemerintah dalam meningkatkan perekonomian daerah, khususnya desa-desa yang selama ini belum berlistrik,” ujar Amrijal, Kamis (1/1/2026).

Ia menyebut, pada tahap awal PLN telah menyalakan listrik di Desa Soligi. Sementara itu, Desa Kukupang tercatat memiliki dua lokasi layanan, yakni desa induk dan satu dusun. Selain itu, Dusun Usaha Baru juga masuk dalam daftar penyalaan, sebagaimana koreksi data terbaru dalam dokumen perencanaan PLN.

Berdasarkan data Monitoring Pelaksanaan Pembangunan Konstruksi Lisdes, puluhan desa di Kabupaten Kepulauan Sula, Pulau Taliabu, dan Halmahera Selatan saat ini masih berada dalam tahap pembangunan jaringan listrik dengan metode grid.

Di Kabupaten Kepulauan Sula, Desa Modapia (Mangoli Utara) menjadi salah satu lokasi yang tengah dalam pelaksanaan konstruksi dengan target 129 calon pelanggan.

Sementara di Pulau Taliabu, sedikitnya tujuh desa di Kecamatan Taliabu Timur Selatan antara lain Waikoka, Kamaya, Waikadai Sula, Waikadai, Belo, Losseng, dan Mantarara masih dalam proses pembangunan jaringan.

Adapun di Kabupaten Halmahera Selatan, proyek lisdes mencakup wilayah Bacan, Kasiruta, dan Obi. Desa-desa seperti Geti Baru, Geti Lama, Goro-goro, Timlonga, Gilalang, Bisori, Imbu-Imbu, Kukupang, Marikapal, Sengga Baru, Usaha Baru, Kasiruta Dalam, Kou Balabala, Tutuhu, Kawasi, hingga Alam Kenanga tercatat masih dalam tahap pelaksanaan.

Pemprov Maluku Utara menargetkan seluruh proyek lisdes ini rampung sesuai jadwal.

Gubernur Sherly menegaskan, pemerataan listrik menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah karena menyangkut kualitas hidup masyarakat, pelayanan publik, dan penguatan ekonomi desa.

Jika target Maret 2026 tercapai, puluhan desa yang selama ini hidup dalam keterbatasan penerangan akan memasuki babak baru, desa-desa yang tak lagi gelap saat malam tiba. (tan)