NUANSA, TERNATE – Kualitas pelayanan internet IndiHome di Kota Ternate, Maluku Utara, kembali menuai kritik tajam dari pelanggan. Buruknya respons penanganan gangguan serta infrastruktur kabel yang tidak teratur menjadi sorotan utama warga yang merasa dirugikan secara materil dan waktu.
Salah satu pelanggan di Kelurahan Moya, Ternate Tengah, mengungkapkan kekecewaannya setelah laporan gangguan jaringan miliknya tak kunjung dituntaskan oleh pihak Telkom. Kepada media, Sabtu (10/1) sore, ia menjelaskan bahwa kendala ini telah dilaporkan sejak 6 Januari lalu.
Meski petugas teknis sempat datang untuk memperbaiki kabel yang terputus, jaringan kembali lumpuh pada malam harinya akibat cuaca buruk. Namun, saat dilaporkan kembali ke Kantor Telkom Ternate, pelanggan hanya menerima janji tanpa tindakan nyata.
“Petugas Customer Service (CS) mengatakan tiket laporan tanggal 6 Januari masih berlaku dan teknisi akan segera datang. Namun, hingga saat ini tidak ada tanda-tanda perbaikan. Kami dibiarkan tanpa koneksi selama berhari-hari,” keluhnya dengan nada kecewa.
Pelanggan tersebut juga menyoroti ketimpangan kebijakan antara denda keterlambatan dan tanggung jawab pemulihan layanan. Menurutnya, IndiHome sangat tegas dalam hal penagihan, namun sangat lamban dalam menangani keluhan teknis.
“Kalau kami terlambat bayar satu hari saja setelah jatuh tempo, jaringan langsung diputus sepihak. Tapi saat jaringan mati karena gangguan dan kami melapor, perbaikannya sangat lama. Ini sangat tidak adil bagi konsumen,” tegasnya.
Selain masalah respons, kondisi infrastruktur di lapangan juga dikritik. Posisi kabel yang semrawut dan tidak pada tempatnya disinyalir menjadi penyebab utama jaringan sering mengalami gangguan saat cuaca buruk. Sayangnya, meski potensi masalah ini sudah terlihat jelas, pihak provider dianggap abai dan tidak melakukan langkah preventif.
Atas buruknya pelayanan ini, pelanggan mendesak manajemen IndiHome di Ternate untuk meningkatkan standar kepedulian terhadap keluhan warga. Pelayanan semestinya ditingkatkan selaras dengan tarif yang dibayarkan pelanggan, bukan malah semakin merosot.
Di sisi lain, muncul harapan agar Pemerintah Kota Ternate membuka ruang lebih luas bagi provider internet lain untuk masuk ke Ternate. Kehadiran kompetitor dinilai penting agar pasar tidak didominasi oleh satu pihak saja (monopoli), sehingga masyarakat memiliki alternatif layanan internet yang lebih kompetitif dan profesional. (red)










