Morotai Bersiap Jadi Tuan Rumah Popda 2026

Yanto Gani. (Zunajar/NMG)

DARUBA, NUANSA – Kabupaten Pulau Morotai akan menjadi tuan rumah gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat Provinsi Maluku Utara tahun 2026. Pemkab Morotai juga tengah menyiapkan baik fasilitas utama maupun fasilitas pendukung yang bakal digunakan untuk seluruh peserta.

Meski baru perdana menjadi tuan rumah, Pemkab Morotai disebut paling siap menyelenggarakan event olahraga yang direncanakan dilaksanakan pada Mei atau Juni 2026 mendatang. Sebanyak delapan cabang olahraga (cabor) bakal dipertandingkan, yakni tinju, karate, pencak silat, bulu tangkis, bola voli, bola sepak, bola basket, serta atletik.

Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Morotai, Yanto Gani, mengaku kesiapan Pemkab Morotai dalam menyukseskan agenda tersebut sudah mencapai 90 persen. Pusat kegiatan ini bakal digelar di beberapa titik, yakni di area Taman Kota Daruba, Gedung Islamic Centre, Gedung Christian Centre, dan GOR SMPN 1 Morotai.

“Bola kaki tetap di lapangan Bangsaha. Menurut informasi, kami di Morotai yang paling siap sebagai tuan rumah di banding daerah lainnya. Semua venue dan sarana pendukung kita di sini semuanya siap, termasuk perhotelan,” ujar Yanto kepada Nuansa Media Grup (NMG), Selasa (13/1).

Menurutnya, ajang olahraga ini selain menjadi momentum mengembangkan bakat peserta didik, pergelaran Popda di Morotai juga berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

“Sebab, yang berkunjung di sini juga pasti berefek terhadap masyarakat, terutama pelaku wisata kuliner dan UMKM di Morotai. Kami prediksi bisa ribuan orang yang datang, apalagi dari Halut kan dekat saja nonton ke sini,” jelasnya.

Senada, Kepala Bidang Prestasi Dispora Morotai, Zulkifli Kamal, menambahkan bahwa kesiapan Pemkab Morotai sudah sangat matang dalam menyukseskan Popda tingkat provinsi ini. Menurutnya, pemkab hanya tinggal menyiapkan satu venue yang bakal dipakai oleh dua cabang atletik, yakni lari dan lempar.

“Menyangkut dengan venue pertandingan ini kita sudah survei bersama provinsi dan semuanya siap, hanya venue atletik saja belum. Tetapi kita sudah buka lahan di Desa Dehegila dan karena itu bekas lapangan sepak bola bisa dibuatkan,” pungkasnya. (ula/tan)