TERNATE, NUANSA — Kabar membanggakan datang dari dunia sepak bola Maluku Utara. Tiga talenta muda daerah resmi terpilih memperkuat Sepak Bola Tim Nasional Pelajar BLiSPI Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mengikuti dua turnamen internasional bergengsi tingkat pelajar, yakni International Mikasa Cup dan Volt Cup High School U-17 yang akan digelar di Bangkok, Thailand.
Ketiga pemain tersebut adalah Riyandi Dodopo, siswa SKO Maluku Utara asal Halmahera Utara, Riyonaldi Mamondol dari Malut Selection asal Halmahera Barat, serta Juan S. Veron Susu dari Malut Selection asal Halmahera Timur.
Saat ini, para pemain tengah menjalani proses administrasi pembuatan paspor sebagai bagian dari persiapan keberangkatan. Mereka dijadwalkan mengikuti Training Camp (TC) nasional di Cirebon pada 9–16 Maret 2026, sebelum bertolak ke Thailand pada 22 Maret mendatang.
Keikutsertaan tiga pemain ini menjadi catatan penting bagi perkembangan sepak bola Maluku Utara yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan signifikan, khususnya melalui pembinaan usia muda yang lebih terstruktur.
Program pembinaan tersebut tidak lepas dari peran Malut Selection, wadah pengembangan pemain muda yang mendapat dukungan pembinaan melalui Yayasan Keluarga Bela Peduli, yang selama ini menjadi bagian dari komitmen Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, dalam membuka akses prestasi bagi generasi muda daerah.
Sebagai kepala daerah, Sherly dikenal memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan bibit pesepak bola profesional. Pendekatan pembinaan dilakukan tidak hanya pada aspek kompetisi, tetapi juga pendidikan karakter, kesempatan exposure nasional, hingga membuka jalur menuju klub profesional.
Momentum positif ini juga diperkuat dengan kabar lain dari pemain binaan Malut Selection. M Fatturrahman Soleman, pemain muda yang saat ini memperkuat EPA Dewa United U-16, dijadwalkan berangkat ke Spanyol pada pekan ini untuk mengikuti training camp selama dua minggu bersama program pengembangan internasional.
Kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi pemain asal Maluku Utara untuk merasakan atmosfer latihan sepak bola Eropa sekaligus meningkatkan kualitas teknis dan mental bertanding.
Pengamat sepak bola Maluku Utara, Firjal Usdek, menilai capaian ini menunjukkan bahwa pembinaan berkelanjutan mulai menghasilkan output nyata.
“Kita harus jujur, talenta muda Malut mulai terlihat menonjol ketika pembinaan sepak bola usia dini mulai dikelola terstruktur dan profesional,” ujarnya.
Untuk pertama kalinya, sejumlah pemain muda Maluku Utara secara bersamaan mendapatkan akses ke panggung internasional, baik melalui tim nasional pelajar maupun jalur klub profesional.
Dengan agenda TC nasional, turnamen internasional di Thailand, hingga pelatihan di Spanyol, tahun 2026 menjadi momentum penting bagi lahirnya generasi baru pesepak bola Maluku Utara yang berpotensi menembus level profesional bahkan tim nasional Indonesia di masa depan. (tan)












