SOFIFI, NUANSA – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, resmi membuka Turnamen Domino dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Maluku Utara. Mengusung tema “Tumbuhnya Harus Terasa”, pembukaan kompetisi ini berlangsung meriah di pelataran Masjid Raya Shafful Khairaat, Sofifi, Kamis (8/10).
Dalam sambutannya, Sarbin menegaskan bahwa domino bukan sekadar permainan untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, turnamen ini menjadi ruang strategis untuk membangun silaturahmi, mengasah ketajaman berpikir, sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat lokal.
Wagub juga berpesan agar seluruh peserta menjaga kondusivitas dan tidak merusak kebersamaan hanya karena dinamika pertandingan.
“Menang dan kalah dalam lomba itu sudah biasa. Jangan banting meja gara-gara kalah. Meja itu tidak salah. Jangan lempar domino, karena dominonya tidak salah,” ujar Sarbin yang langsung disambut tawa renyah para peserta.
Menurutnya, kekalahan merupakan konsekuensi logis dari sebuah kompetisi. Evaluasi terbaik bukanlah menyalahkan fasilitas permainan, melainkan mengoreksi strategi sendiri.
“Yang salah adalah langkah kita belum tepat, belum mampu membaca pergerakan lawan, atau batu-batu dominonya belum terbaca dengan baik,” tambahnya.
Wagub menilai domino memiliki dimensi manfaat yang luas. Permainan ini melatih daya ingat, kemampuan membaca situasi, serta ketangkasan dalam menyusun strategi. Di sisi lain, turnamen seperti ini efektif memperluas relasi sosial.
“Bagaimana kita melatih daya ingat dan mengatur strategi. Karena itu, domino sangat penting untuk terus kita tumbuh kembangkan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Turnamen ini tidak hanya melahirkan pemenang, tetapi juga menjadi pengerat hubungan antarsesama,” tegas Sarbin.
Sarbin mengingatkan bahwa nilai persaudaraan jauh lebih mahal dibanding sebuah piala kemenangan.
“Tujuan besar kita adalah penguatan ekosistem kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Silaturahmi itu nilainya mahal,” imbuhnya.
Selaras dengan tema HUT provinsi, Sarbin meminta panitia agar tidak melihat turnamen ini dari sisi olahraga dan hiburan semata. Kegiatan ini harus mampu menciptakan perputaran ekonomi nyata bagi warga sekitar.
Wagub menginstruksikan agar para pelaku usaha kecil, UMKM, dan mama-mama pedagang dilibatkan aktif di area luar pertandingan selama turnamen berlangsung.
“Hubungkan kegiatan ini dengan ekonomi. Mama-mama yang jualan ajak ke sini di setiap sesi pertandingan, sehingga pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Semakin ramai Sofifi, semakin besar peluang ekonomi rakyat,” jelas Sarbin.
Ia menambahkan, momentum HUT ke-27 Maluku Utara harus memberi manfaat konkret. Angka statistik pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan berarti jika tidak menyentuh kesejahteraan akar rumput.
“Kita bangga ekonomi kita tercatat tinggi sampai hari ini. Tapi itu belum cukup karena belum merata dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Kita harus terjemahkan pertumbuhan itu menjadi kesejahteraan nyata,” pungkasnya.
Usai prosesi pembukaan, kemeriahan turnamen langsung memuncak lewat laga eksebisi. Sarbin turun langsung ke meja domino berpasangan dengan Kepala Dinas ESDM.
Mereka berhadapan dengan duel sengit melawan pasangan Kepala Biro Pemerintahan dan Kepala Dinas BPMD.
Aksi adu strategi para pejabat ini menjadi tontonan menarik yang memperlihatkan keakraban tanpa sekat. Keterlibatan langsung jajaran pimpinan Pemprov Malut ini membuktikan bahwa domino sukses menjadi ruang interaksi yang hangat, menghibur, dan penuh sportivitas dalam merayakan hari jadi Provinsi Maluku Utara. (tan)










