SOFIFI, NUANSA – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Maluku Utara dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Maluku Utara di Ruang Rapat Paripurna DPRD Malut, Sofifi, Senin (12/10).
Dalam pidatonya, Sherly menekankan bahwa keberhasilan pembangunan perlu tercermin dalam kehidupan masyarakat, mulai dari kesempatan anak-anak meraih masa depan, kesejahteraan keluarga, hingga peningkatan taraf hidup petani dan nelayan. Ia juga menyoroti pentingnya memastikan masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terluar turut merasakan kemajuan daerah.
“Karena itu, mari kita mengukur keberhasilan bukan hanya dari angka-angka yang kita capai, tetapi dari apa yang masyarakat rasakan; anak-anak yang memiliki masa depan, keluarga yang hidup sehat, sejahtera, dan tenteram, petani dan nelayan dengan nilai tukar yang meningkat, serta masyarakat di pulau-pulau terjauh yang merasa menjadi bagian dari rumah bersama,” ujarnya.
Pesan tersebut menempatkan pengalaman masyarakat sebagai bagian penting dalam menilai kemajuan daerah. Pertumbuhan ekonomi perlu diikuti dengan peningkatan kualitas hidup, sehingga capaian pembangunan tidak berhenti pada angka statistik, tetapi turut membuka kesempatan bagi masyarakat untuk hidup lebih sejahtera.
Sebagai provinsi kepulauan, Maluku Utara menghadapi tantangan dalam memastikan pembangunan menjangkau masyarakat di berbagai wilayah. Kondisi geografis tersebut menjadikan pemerataan manfaat pembangunan sebagai hal penting agar masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terluar turut menjadi bagian dari kemajuan daerah. (tan)










