Polmas  

Ricuh di Pleno KPU Ternate, Polisi Imbau Warga tak Mudah Terprovokasi 

Kasi Humas Polres Ternate, IPTU Wahyuddin. (Istimewa)

TERNATE, NUANSA – Rapat pleno rekapitulasi hasil perhitungan suara pemilu oleh KPU Kota Ternate di PPK tingkat Kecamatan Ternate Selatan, Minggu (3/3), berlangsung ricuh. Kericuhan terjadi lantaran salah satu saksi dari Partai Buruh mengamuk dan melempar botol kemasan ke PPK Ternate Selatan.

Hal ini bermula saat saksi meminta agar surat keberatan dari 16 saksi parpol saat rekapitulasi tingkat kecamatan diselesaikan terlebih dahulu di dua TPS, yakni TPS 04 dan TPS 06 Kelurahan Tanah Tinggi.

Suasana ricuh di saat rapat pleno terbuka KPU Ternate berlangsung.

Namun, Ketua KPU Kota Ternate, M Zen A Karim, meminta agar Ketua PPK Ternate Selatan membacakan dulu hasil rekapitulasi suara caleg di Kecamatan Ternate Selatan, tetapi tidak diterima oleh berbagai saksi dari 16 parpol.

Setelah Ketua KPU mengizinkan Ketua PPK Ternate Selatan untuk membacakan hasil rekapitulasi tingkat kecamatan, saksi dari Partai Buruh protes dan langsung melempar botol minuman ke PPK Ternate Selatan.

Dari situlah kericuhan terjadi, sehingga aksi saling dorong pun tak terhindarkan. Namun, saksi Partai Buruh langsung diamankan oleh pihak kepolisian dan dibawa ke Polres Ternate.

Sehingga itu, Polres Ternate mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi dengan informasi yang memantik kegaduhan.

Kapolres Ternate melalui Kasi Humas IPTU Wahyuddin mengatakan, untuk terduga pelaku yang melempar botol kemasan air minum sudah diamankan, tetapi bukan ditahan.

“Tugas kami mengamankan jalanya proses pleno, dan pelaku yang terindikasi ricuh tersebut sudah dipulangkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, 100 personel polisi yang dikerahkan di lapangan bertugas untuk mengamankan proses jalannya pleno terbuka. Sebab, keamanan merupakan tugas dan tanggung jawab dari pihak kepolisian.

“Untuk itu, masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu negatif yang belum jelas kebenarannya, karena itu bisa merugikan diri sendiri dan orang lain,” tandasnya. (udi/tan)