SOFIFI, NUANSA – Gebyar malam puncak Festival Qasidah Rebana dan Bintang Vokalis Maluku Utara resmi memasuki penghujung, Sabtu (29/11). Festival yang dihelat sejak 27 November oleh Pengurus Wilayah Muslimat Nahdlatul Ulama Maluku Utara tersebut berlangsung di Alun-alun Bundaran 40 Sofifi.
Selama tiga hari, puluhan grup qasidah dari 10 kabupaten/kota yang terdiri lebih dari 400 peserta tampil memeriahkan acara yang syarat dengan nilai-nilai dakwah dan kebersamaan umat.
Para peserta menampilkan berbagai lagu-lagu Islami yang kaya akan makna dan pesan moral, memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan diawali dengan zikir dan tahlil bersama untuk para korban bencana banjir Aceh. Lantunan salawat. istighfar dan zikir dengan merdu menggema di Alun-alun Bundaran 40 malam itu dipimpin oleh Imam Masjid Shaful Khairaat, Irwan Tomasoa.
Sebagai informasi banjir Aceh melanda 16 kabupaten/kota, dari data BPBD Aceh per 27 November 2025 pukul 16.00 WIB terdampak pada rumah milik 33.817 KK/119.988 jiwa dan 6.998 KK/20.759 jiwa mengungsi.
Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin A Kadir, dengan takzim mengawali sambutannya mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam melestarikan seni Islam melalui qasidah rebana. Sekprov menilai lomba qasidah ini bukan sekadar ajang kompetisi seni, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kecintaan terhadap seni Islami.
Dirinya juga memberikan ucapan selamat kepada para pemenang lomba. Ia berpesan agar kemenangan tersebut menjadi motivasi untuk terus berkarya dan berdakwah melalui seni. Sementara bagi peserta yang belum berhasil, agar terus berlatih dan berpartisipasi dalam kegiatan serupa di masa mendatang.
Sementara itu, Sekjen Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Nusantara Jaya, Inu Aminuddin, mengungkapkan festival ini adalah bentuk komitmen Muslimat NU Maluku Utara dalam mendukung program pembangunan yang dilakukan pemerintah baik pusat maupun daerah.
“Juga upaya menjaga ruang-ruang kebaikan, memberdayakan perempuan, serta membina akhlak keluarga,” ujarnya.
Melanjutkan sambutannya, Samsuddin mengatakan bahwa festival ini dapat membangun jiwa kompetitif dan semangat juang para peserta untuk memberikan yang terbaik, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar kita.
“Namun yang lebih penting dari itu semua, festival qasidah rebana menjadi salah satu upaya kita untuk mengenal lebih dalam agama dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, yakni melalui cara yang berbeda, melalui seni,” tutup Samsuddin dengan penuh takzim.
Dalam acara juga dilakukan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dinas PPPA Maluku Utara dan Muslimat NU untuk komitmen bersama pencegahan kekerasan perempuan dan anak yang disaksikan langsung sekretaris provinsi.
Diharapkan melalui penandatanganan ini, perempuan dan anak di Maluku Utara mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan.
Malam puncak festival turut dihadiri Sekjen Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Nusantara Jaya, Dewan Juri Qasidah Nasional, Ketua TP PKK Maluku Utara, Ketua DWP Maluku Utara, Dewan Pakar Muslimat NU, Kepala Dinas PPPA, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, kontingen dari kabupaten/kota, serta masyarakat Sofifi yang tumpah ruah memadati area alun-alun.
Berkah juga dirasakan oleh pedagang yang menjajakan makanan/minuman, mainan di sekitar venue. Terlihat kerumunan pengunjung menikmati aneka jajanan, sambil santai merasakan indahnya Ibu Kota Sofifi di malam hari.
Festival ini tak hanya menjadi arena kompetisi seni religi, tetapi juga ruang pertemuan budaya, persaudaraan serta geliat ekonomi UKM masyarakat Maluku Utara.
Berikut daftar pemenang Festival Qasidah Rebana dan Bintang Vokalis 2025 yang diumumkan langsung oleh Sekjen Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Nusantara Jaya, Inu Aminuddin.
Berdasarkan SK Dewan Juri Festival Qasidah Rebana Klasik dan Bintang Vokalis Tahun 2025 Nomor 001/DG/XI/2025
Bintang Vokalis Kategori Putra:
* Juara I nilai 86,5: Sabri Wahab (Morotai-Nomor Peserta 014)
* Juara II nilai 86: Mudar Alhadat (Halmahera Selatan-Nomor Peserta 008)
* Juara III nilai 84: Faisal Syukur (Ternate-Nomor Peserta 032)
* Harapan I nilai 82: Abubakar Ningtiola (Tidore Kepulauan-Nomor Peserta 004)
* Harapan II nilai 81,5: Rajirun Muksin (Halmahera Timur-Nomor Peserta 010)
* Harapan III nilai 81: Fahlan Limatahu (Halteng-Nomor Peserta 020)
* Favorit: Hasim Baronde (Halmahera Utara-Nomor Peserta 012)
Bintang Vokalis Kategori Putri:
* Juara I nilai 91: Siti Hajar Alhadat (Halmahera Selatan-Nomor Peserta 007)
* Juara II nilai 89: Mawada Muksin (Halmahera Timur-Nomor Peserta 005)
* Juara III nilai 86: Nurningsih Mandea (Morotai-Nomor Peserta 013)
* Harapan I nilai 82: Nurliana (Taliabu-Nomor Peserta 019)
* Harapan II nilai 72,5: Putri Ilza Azzahra (Ternate-Nomor Peserta 009)
* Harapan III nilai 72: Hastuti Hamid (Sula-Nomor Peserta 003)
* Favorit: Nurlaila (Halmahera Barat-Nomor Peserta 015)
Qasidah Rebana Klasik:
* Juara I nilai 85:08 – Grup Majelis Ta’lim Quran Munzia (Tidore Kepulauan-Nomor Peserta 08)
* Juara II nilai 84,5: Grup Majelis Ta’lim Alfitriah (Ternate-Nomor Peserta 19)
* Juara III nilai 83,5: Grup PKK Wasilei Tengah (Halmahera Timur-Nomor Peserta 18)
* Harapan I nilai 83: Grup Sangowo Timur (Morotai-Nomor Peserta 04)
* Harapan II nilai 82: Grup Midora (Morotai-Nomor Peserta 11)
* Harapan III nilai 80,5: Grup IKKP Popilo (Ternate-Nomor Peserta 11)
* Favorit: Grup Majelis Ta’lim Mualaf (Halmahera Utara-Nomor Peserta 01)
Para pemenang berhak mendapatkan piala dan uang pembinaan dari pantia. Meskipun sempat diguyur hujan, seluruh rangkaian acara berjalan dengan penuh takzim dan khidmat. (tan)
