TERNATE, NUANSA – Pemerintah Kota Ternate berencana melakukan kerja sama pengembangan ekonomi daerah bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Manado, Sulawesi Utara. Rencananya penandatanganan kerja sama ini akan berlangsung di Landmark Kota Ternate pada Januari 2026.
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengatakan hal ini dilakukan menyusul adanya rencana tata ruang Kota Ternate yang hampir rampung. Untuk itu, dengan kerja sama ini bisa menjadi penguatan konsistensi terhadap fungsi ruang kota, seperti pejalan kaki (pedestrian) yang dialihfungsikan, pedagang kaki lima, dan fungsi kota yang secara estetik mulai rusak.
“Paling tidak apa yang didapatkan di Sulawesi Utara (Manado) dapat memperkuat zona ekonomi. Di Sulawesi Utara, dalam penataan seperti di kawasan Megaemas Manado kita lihat seperti para pedagang kopi menggunakan mobil untuk berjualan, dan jam jualan diatur, setelah habis berjualan mobil-mobil tersebut kembali, tidak parkir di area tersebut sehingga kelihatan estetikanya,” kata Rizal, Minggu (4/1).
Ketua TAPD Kota Ternate itu menjelaskan, Pemkot Ternate akan melakukan penguatan di tiga kawasan ekonomi baru, yakni zona 1 kawasan Taman Nukila, zona 2 di Gelora Kie Raha (GKR) tempat Car Free Night, dan zona 3 di kawasan Pantai Falajawa. Untuk pelaku UMKM di sektor ini yang rencananya akan lebih diperkuat.
Menurutnya, semangat ekonomi UMKM di zona 2 Stadion GKR seperti Car Free Night, yang sebelumnya telah diresmikan oleh Wali Kota Ternate bersama KONI Ternate beberapa waktu lalu, di mana kawasan tersebut dibuat untuk para pelari, pejalan kaki dan beberapa pelaku UMKM.
“Mengingat zona 3 mulai minggu depan akan umumkan peminat yang nantinya akan melakukan aktivitas dengan menggunakan mobil dari jembatan Residen sampai di ‘I Love Ternate’. Di zona 3 ini khusus pedagang kopi mobil, sehingga di pedestrian sisi timur dapat dimanfaatkan untuk tempat kursi yang atur di area tersebut, dan setelah berjualan kursi di angkat harus kembali,” jelas Rizal.
“Kita ingin perkuat bahwa setelah mereka berjualan yang di mulai jam 4 sore sampai jam 2 atau 3 (malam), mobil mereka di parkir di sebelah kanan, parkir di area tempat mereka berjualan itu. Sehingga setelah mereka berjualan tempat ini menjadi bersih. Ruang-ruang kota yang sebelumnya terdapat aktivitas berjualan di atas pedestrian, serta penjual yang masih berhamburan akan dilokalisir ke satu zonasi, sehingga tertata dengan baik. Selain itu, kawasan samping Dermaga Semut, Kelurahan Mangga Dua, akan ditata ulang agar sesuai estetika kota,” pungkas Rizal. (udi/tan)














