Daerah  

Warga Morotai Diimbau Waspadai Cuaca Ekstrem Awal Januari 2026

Alhadar Djaguna. (Zunajar/NMG)

DARUBA, NUANSA – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dalam melakukan aktivitas di luar rumah. Ini karena perkiraan cuaca ekstrem di awal tahun 2026 melanda wilayah Maluku Utara, termasuk Pulau Morotai.

“Memang hasil konfirmasi dari BMKG bahwa di tanggal 5 sampai 11 Januari itu perkiraannya cuaca ekstrem ini bisa terjadi hujan ringan hingga hujan deras. Maluku Utara ini hampir seluruh kabupaten/kota termasuk Morotai,” ujar Plt Kepala BPBD Morotai, Alhadar Djaguna, Selasa (6/1).

Sehingga itu, Pemkab Morotai menyampaikan kepada masyarakat agar menjauhi area sungai, lereng, bebukitan dan pantai. Selain hujan, juga angin kencang dapat terjadi yang mengakibatkan tumbangnya pepohonan, sehingga sejumlah area tersebut perlu dijauhi.

“Apalagi di Morotai ini kan hampir semuanya adalah desa di pesisir pantai dan di aliran sungai, jadi harus berhati-hati dalam beraktivitas di luar rumah, terutama nelayan. Jika sudah ada tanda cuaca tidak bagus, maka harus dihentikan dulu aktivitas melaut sampai cuaca membaik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Alhadar meminta setiap kepala desa dapat mengarahkan aparatur desa untuk melakukan pembersihan aliran sungai dan selokan. Sebab, sejumlah desa yang merupakan langganan banjir dipicu lantaran aliran sungai dan selokannya tersumbat.

“Jadi harus juga pembersihan aliran sungai dan selokan karena biasanya banjir sampai meluap di perkampungan itu akibat dari tumpukan sampah, sehingga mempengaruhi aliran sungai menjadi tidak normal,” pungkasnya. (ula/tan)