google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Wagub Sarbin Ambil Bagian dalam Deklarasi Swasembada Pangan Bersama Presiden

SOFIFI, NUANSA – Visi swasembada pangan yang diusung Presiden Prabowo Subianto telah terwujud dalam tahun pertama pemerintahannya. Indonesia mengawali 2026 dengan capaian besar sektor pertanian melalui Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden RI dan jutaan petani di seluruh Indonesia. Momentum ini menegaskan keberhasilan kolektif bangsa dalam memperkuat ketahanan pangan nasional tanpa impor beras medium.

Kebutuhan konsumsi beras sebagai pangan pokok strategis masyarakat Indonesia sudah mampu dipenuhi dari pasokan hasil kerja keras petani Indonesia sendiri. Tak ada impor sepanjang 2025.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Sebagai wujud komitmen dukungan terhadap program Asta Cita swasembada pangan, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe ikut ambil bagian dalam acara Panen Raya Nasional dan Pengumuman Swasembada Pangan secara daring yang dibuka langsung oleh Presiden Prabowo dan diikuti oleh kepala daerah seluruh Indonesia, di Balai Penerapan Modernisasi Pertanian, Rabu (7/1).

Acara yang dipusatkan di Kecamatan Cilebar, Karawang, Jawa Barat tersebut menjadi buah nyata komitmen dan bukan sekadar retorika politik, melainkan arah kebijakan strategis negara. Dorongan politik yang kuat dari Presiden diterjemahkan secara progresif ke dalam target dan langkah konkret.

Mengenakan safari krem, topi biru dan kacamata hitam, Presiden tiba di Karawang sekitar pukul 11.00 WIB, disambut oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Danrem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap.

Sepanjang perjalanan menuju lokasi acara di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, ribuan warga terlihat memadati sisi jalan untuk menyaksikan langsung kedatangan Presiden Prabowo. Dari atas kendaraan Maung Putih, Presiden Prabowo menyapa warga dengan ramah, melambaikan tangan, dan beberapa kali menghentikan kendaraan untuk berinteraksi lebih dekat dengan masyarakat.

“Prabowo, Pak Prabowo,” teriak warga. Beberapa warga juga terlihat ada yang membentangkan spanduk.

Beberapa produk lokal hasil pertanian juga ditampilkan dalam kegiatan ini. Mulai dari susu sapi hingga nanas. RI 1 sempat mencicipi buah yang disuguhkan.

Dalam agenda tersebut, juga diperlihatkan sejumlah teknologi canggih pertanian yang sudah dipersiapkan beroperasi pada areal lahan pertanian yang cukup luas.

Salah satu alat yang diperlihatkan adalah combine harvester, yakni mesin panen modern yang memotong, merontokkan, dan membersihkan padi dalam satu proses.

Presiden hadir dengan didampingi sejumlah Jajaran Kabinet, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Ketua Komisi IV Titiek Hediyati Soeharto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Kelautan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri PDT, Yandri Susanto, Menteri ATR Nusron Wahid.

Hadir pula Wakil Panglima Jenderal Tandyo Budi, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

“Terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya, diundang hari ini pada acara panen raya, dan pengumuman resmi bahwa Indonesia berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan,” kata Prabowo membuka pidato resminya.

Ia mengatakan bangsa Indonesia harus sungguh-sungguh menjadi bangsa yang waspada, bangsa yang selalu mau mengoreksi diri, bangsa yang selalu berani menghadapi segala keadaan.

“Kita mengerti dan paham bahwa bangsa kita negara yang kaya. Setelah saya dipilih dan diangkat menjadi presiden setelah saya mengambil alih pemerintah lebih paham mengerti atas kekayaan kita,” katanya.

Di akhir pidato, Presiden mengucapkan bahwa swasembada beras ini adalah bentuk baktinya kepada rakyat Indonesia.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, membuka laporannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh Kementerian yang bekerja mewujudkan cita-cita swasembada beras hanya dalam waktu 1 tahun.

“Pak Presiden bercita-cita 4-5 tahun, turun 3 tahun dan berkat kerja keras anak-anak bangsa saat ini 1 tahun sudah capai,” ujar Amran diiringi riuh tepuk tangan.

Kementan, lanjut Amran, telah mencabut 2.300 izin usaha pedagang pupuk nakal yang menaikkan harga diatas HET. “Ini semata-mata untuk melindungi para petani kita,” imbuhnya.

Sekali lagi, Mentan mengucapkan terima kasih atas segala kerja keras TNI/POLRI, tim kabinet untuk 286 juta rakyat Indonesia.

Pada momen bahagia tersebut, Presiden turut memberikan penghargaan Bintang Jasa dan Satya Lencana Wira Karya kepada insan yang berkontribusi positif pada pertanian melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 dan 2/TK/2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa dan Satyalancana Wira Karya yang dibacakan Sesmilpres Mayjen TNI Wahyu Yudhayana.

Bintang Jasa Utama

* Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P.

Bintang Jasa Pratama

* Petani Ngudi Luhur Sukoharjo, Heri Sunarto

Bintang Jasa Nararya

* Penyuluh Pertanian OKU Timur, Boby Irfan Effendi

* Petani Poktan Sri Sedono Ngawi, Winarto

Setya Lencana Wira Karya

* Danko Diklat TNI, Letjen TNI Naudi Nurdika

* Bupati Bojonegoro Setyo Wahono

* Bupati Karawang Aep Saefullah

* Kapolres Lampung Selatan AKBP Tony Kasmiri

* Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto

* Waaster Kodam XVIII/Kasuari, Letkol Andi Ardana Valeriandra Putra

* Dandim Merauke Letkol Dili Eko Setyawan

* Ketua Tani Merdeka Don Muzakir

* Penyuluh pertanian Mugi Raharjo

* Petani Poktan Ciraden Aseng

Dengan seremonial menumbuk padi, Prabowo secara sah mengumumkan bahwa Indonesia telah swasembada beras.

Sebagaimana diketahui, swasembada pangan merupakan agenda prioritas nasional yang secara konsisten ditekankan Presiden Prabowo sebagai fondasi ketahanan nasional, kedaulatan negara, dan kesejahteraan rakyat. Melalui kerja kolektif lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, petani, pelaku usaha, serta dukungan masyarakat luas, Indonesia pada akhir tahun 2025 berhasil mencapai kondisi swasembada pangan sesuai target nasional.

Sarbin Sehe menyampaikan syukur serta apresiasi atas kerja sama semua pihak dalam mendukung swasembada beras.

“Alhamdulillah, momentum hari ini merupakan bukti nyata bahwa sinergi antara berbagai pihak mampu menghasilkan capaian positif dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” tuturnya.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version