MABA, NUANSA – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, mendampingi Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meninjau kesiapan operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Jumat (30/1).
Peninjauan tersebut bertujuan memastikan rumah sakit rujukan itu benar-benar siap memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat sebelum diresmikan dan dioperasikan secara penuh. Kehadiran gubernur dalam agenda ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam mengawal kesiapan infrastruktur dan pelayanan kesehatan hingga ke wilayah kabupaten.
Rombongan turut didampingi Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub dan disambut unsur pimpinan daerah, di antaranya Ketua DPRD Halmahera Timur Idrus E Maneke, Kapolres Halmahera Timur AKBP Bobby Kusuma Ardiansyah, serta Kepala Kejaksaan Negeri Halmahera Timur Firdaus Affandi. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan dukungan kolektif terhadap percepatan operasional fasilitas kesehatan di daerah.
RSUD Maba merupakan rumah sakit tipe C dengan gedung medis tiga lantai yang dibangun melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur bersama sebagai kontraktor pelaksana. Keberadaan rumah sakit ini diharapkan memperluas jangkauan layanan rujukan medis bagi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan kepulauan.
Dalam peninjauan tersebut, Menkes Budi meninjau langsung sejumlah unit layanan, mulai dari ruang rawat inap hingga fasilitas penunjang medis lainnya. Ia menilai tata ruang, alur pelayanan, dan kesiapan infrastruktur RSUD Maba telah memenuhi standar awal operasional.
“Hasil peninjauan saya, RSUD Maba ini bagus. Dari ruangan ke ruangan sudah tertata dengan baik,” ujar Budi kepada wartawan di lokasi.
Selain kesiapan fisik, perhatian pemerintah juga tertuju pada penguatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan. Menkes menyampaikan bahwa pada tahap awal operasional, pemerintah pusat akan mengirim tenaga medis melalui skema penugasan khusus selama satu tahun, sembari mendorong pemerintah daerah untuk menyiapkan tenaga kesehatan lokal secara berkelanjutan.
“Tenaga medis akan ditugaskan dari pusat selama satu tahun. Sementara pemerintah daerah diharapkan proaktif menyiapkan SDM lokal, baik dengan merekrut putra-putri Maluku Utara maupun menyekolahkan mereka,” jelasnya.
Langkah tersebut dinilai strategis untuk menjamin kesinambungan mutu layanan kesehatan di daerah sekaligus membangun kemandirian tenaga medis lokal dalam jangka panjang.
Terkait jadwal peresmian RSUD Maba oleh Presiden Prabowo, Menkes menyebut pihaknya masih menunggu kepastian agenda.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat. Kami masih menunggu jadwal dan kesiapan Bapak Presiden,” ujarnya.
Kunjungan kerja ini menegaskan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pemerataan layanan kesehatan berkualitas di wilayah, sekaligus memastikan bahwa pembangunan infrastruktur kesehatan berjalan seiring dengan kesiapan SDM dan tata kelola layanan yang profesional. (tan)










