Prof Ranita Jadi Rektor Perempuan Pertama di UMMU

Penyerahan SK Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara. (Istimewa)

TERNATE, NUANSA – Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) resmi memiliki nakhoda baru. Prof Dr Ranita Rope terpilih sebagai Rektor UMMU untuk masa jabatan periode 2026-2030.

Momentum ini menjadi tonggak sejarah bagi kampus tersebut karena Ranita resmi ditetapkan sebagai rektor perempuan pertama dalam perjalanan UMMU.

Pengangkatan itu tertuang dalam Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 88/KEP/I.0/D/2026 tentang Pengangkatan Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara Masa Jabatan 2026–2030.

Penyerahan SK tersebut sekaligus menandai dimulainya estafet kepemimpinan baru di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah di Maluku Utara.

Acara ini dihadiri sejumlah pimpinan Persyarikatan dan tokoh penting Muhammadiyah, di antaranya Adam Jerusallem, dan Prof Bambang dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, serta Dr Agung Danarto dan Prof Akib dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Hadir pula jajaran pimpinan UMMU, Dr Makbul A Din selaku unsur BPH UMMU, serta Dr Suleman Saidi sebagai Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku Utara.

Dukungan keluarga turut mengiringi momentum bersejarah tersebut. Dr Musa Marengke, suami Ranita, tampak hadir memberikan dukungan penuh atas amanah baru yang diemban sang rektor.

Dalam sambutannya, Ranita menyampaikan rasa syukur dan haru atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut merupakan titipan Allah SWT melalui keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat kolaborasi.

“Alhamdulillah, penyerahan SK hari ini berjalan dengan baik dan lancar. Ini adalah kepercayaan besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan kolaborasi,” ujarnya, sembari berkomitmen membawa UMMU semakin maju dan berdaya saing.

Sementara itu, Rektor sebelumnya, Prof Dr Saiful Deni, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XII, berharap kepemimpinan baru dapat melanjutkan capaian strategis yang telah dirintis. Ia menekankan pentingnya memperkuat tata kelola kelembagaan, mutu akademik, serta daya saing UMMU di tingkat nasional.

Menurutnya, kesinambungan program, penguatan akreditasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci dalam menjaga eksistensi dan reputasi kampus. Dengan fondasi yang telah dibangun, ia optimistis UMMU mampu melangkah lebih progresif di bawah kepemimpinan baru.

Ranita juga menegaskan bahwa amanah tersebut tidak terlepas dari dukungan seluruh elemen kampus dan Persyarikatan, mulai dari civitas akademika UMMU, Aisyiyah Maluku Utara, Badan Pembina Harian (BPH), hingga Angkatan Muda Muhammadiyah seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pemuda Muhammadiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah. Dukungan juga datang dari Pimpinan Pusat Aisyiyah dan Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah.

Ke depan, ia akan memfokuskan kepemimpinannya pada penguatan kolaborasi, peningkatan tridarma perguruan tinggi, transformasi kelembagaan yang adaptif dan inovatif, serta tata kelola yang profesional dan akuntabel.

Insyaallah, dengan sinergi dan kolaborasi semua pihak, kita akan membangun UMMU untuk kemajuan Persyarikatan, umat, dan bangsa,” tandas Ranita. (tan)