MABA, NUANSA – Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur terus memacu peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga medis dan paramedis. Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan operasional berbagai alat kesehatan (alkes) modern yang kini telah tersedia di RSUD Maba yang baru.
Sebagai strategi utama, Pemkab Haltim menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan swasta untuk menyelenggarakan pelatihan pengoperasian alkes. Pelatihan tersebut nantinya akan dilaksanakan di beberapa rumah sakit terkemuka yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia. Hal ini dilakukan agar para tenaga medis memiliki standar kompetensi nasional dalam menangani teknologi kesehatan terbaru.
Sekretaris Daerah Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat, menjelaskan secara kuantitas, daerahnya sebenarnya telah memiliki 12 dokter spesialis dan 5 dokter umum. Namun, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah kesiapan tenaga medis dalam mengoperasikan perangkat teknis yang spesifik.
“Namun kendala yang dihadapi RSUD Maba saat ini untuk tenaga medis para medis yang melakukan pengoperasian dari alkes,” ujar Ricky, Minggu (1/3/).
Selain menggandeng sektor swasta, Ricky mengakui pihaknya juga telah membangun kolaborasi strategis dengan daerah tetangga guna memenuhi kebutuhan pelayanan. Ia menyebutkan, kerja sama dengan RSUD Tobelo di Kabupaten Halmahera Utara selama ini sangat membantu menjaga ketersediaan tenaga dokter yang dibutuhkan masyarakat Halmahera Timur.
Ricky menekankan, kompetensi tenaga medis dalam mengoperasikan alkes bukan sekadar masalah teknis, melainkan berkaitan erat dengan keselamatan pasien.
Menurutnya, tenaga yang terlatih akan meminimalisir risiko kesalahan atau kecelakaan medis yang dapat membahayakan nyawa. Selain itu, pengoperasian alat yang benar sangat krusial untuk menghasilkan diagnosis yang akurat.
“Kemudian terkait akurasi diagnosis, alkes yang dioperasikan dengan benar dapat membantu tenaga medis dan paramedis membuat diagnosis yang akurat dan tepat, tujuannya untuk pasien dapat menerima pengobatan yang sesuai,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ricky memaparkan efektivitas pengobatan juga bergantung pada kemahiran SDM. Penggunaan alat yang tepat guna diklaim dapat mempercepat proses pemulihan pasien sekaligus menekan biaya perawatan karena efisiensi operasional yang tercipta. Ia optimistis melalui rangkaian pelatihan dan kerja sama ini, kualitas pelayanan di RSUD Maba akan meningkat secara signifikan.
“Dengan tenaga medis dan paramedis yang terlatih dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit, sehingga pasien dapat menerima pelayanan yang lebih baik,” tandas Ricky. (tan)
