google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Daerah  

DKP Morotai Paparkan Dampak Program seaBLUE Terhadap Sektor Perikanan 

DARUBA, NUANSA – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) memaparkan sejumlah capaian atas program seaBLUE yang berlangsung selama satu tahun. Program yang merupakan kolaborasi pemerintah Indonesia, Jepang dan United Nations Development Programme (UNDP), ini dinilai memberi dampak yang sangat signifikan terhadap sektor perikanan di Morotai.

Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala DKP Morotai, Jhon F Tiala, saat menjamu kunjungan Kedutaan Jepang untuk Indonesia dan UNDP di kantor bupati, Rabu (4/3). Jhon menyampaikan, meski nelayan skala kecil yang paling besar menumbang produksi perikanan tangkap nasional, tantangan yang dihadapi nelayan juga sangat kompleks, seperti perubahan iklim dan penurunan stok ikan, ketergantungan terhadap energi fosil, kurangnya infrastruktur pendukung, serta illegal, unreported dan unregulated (IUU) fishing. Hal yang sama juga terjadi di Pulau Morotai.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

“Sehingga itu, peningkatan sumber daya manusia sangat dibutuhkan para nelayan untuk meningkatkan kesejahteraannya melalui pemberdayaan nelayan skala kecil, pengembangan keterampilan dan perizinan sesuai ketentuan undang-undang,” kata Jhon.

Tak hanya itu, penguatan rantai pasokan perikanan berkelanjutan dengan pengetahuan dan penerapan teknologi ramah lingkungan, menjadi hal yang sangat penting. Peningkatan kapasitas kelembagaan melalui manajemen sistem informasi terintegrasi, kebijakan dan regulasi, serta ketelusuran praktik penangkapan ikan, dapat memperkuat mata pencaharian dan perikanan berkelanjutan.

Di Morotai sendiri, kata Jhon, progres program seaBlue telah mendukung pemerintah menjangkau dan mendaftar nelayan skala kecil. Di mana, jumlah pelaku usaha kelautan dan perikanan sebagaimana terdata dalam kartu pelaku usaha kelautan dan perikanan (KUSUKA) sebanyak 4.185. Hal ini terjadi peningkatan dengan data sebelumnya sebanyak 2.765.

“Kami juga melakukan pelatihan terhadap nelayan skala kecil, UMKM dan koperasi, seperti pelatihan sertifikasi kecakapan nelayan (SKN), pelatihan sertifikasi keterampilan penanganan ikan (SKPI), dan pelatihan diversifikasi ikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Jhon menuturkan bahwa progres pembangunan instalasi dan training green technology di Morotai juga telah mencapai 100 persen. Di mana, sebanyak 19 titik instalasi terpasang, 73 freezer dibangun, dan terdapat 3 armada bertenaga listrik. Pembangunan ini menyasar kurang lebih 882 penerima manfaat di enam kecamatan.

“Kami juga mengurus dokumen e-pass kecil sebanyak 230 kapal dan pemasangan QR-Code di satu kapal. Ini dalam rangka meningkatkan ketelusuran produk dan memastikan praktik perikanan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (ula/tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version