MABA, NUANSA – Pemerintah Provinsi Maluku Utara kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Nusa Jaya, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Kamis (5/3).
Dalam pemerintahan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe, asa selalu ada. Tidak hanya dalam rangka memastikan stabilitas pasokan harga pangan selama Ramadan dan Idulfitri, di mata gubernur perempuan pertama di tanah Moloku Kie Raha itu, gerakan pangan murah merupakan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kali ini masyarakat Desa Nusa Jaya merasakan kebijakan humanis dari gubernur dan wakil gubernur. Sherly dalam arahannya mengapresiasi sinergi semua pihak yang mendukung kegiatan ini dan mengajak agar kolaborasi positif terus dijaga demi kesejahteraan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan sejumlah komoditas pangan strategis di bawah pasar guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan.
Sejak siang, warga memadati lokasi kegiatan untuk memenuhi kebutuhan dapur dan mengantisipasi fluktuasi harga di pasar.
“Ini positif untuk membantu keluarga yang pengeluarannya meningkat di bulan Ramadan,” ujar Suhartati Duko (46 tahun).
Lain halnya dengan Hawa Marajebesy (43 tahun), salah satu warga Desa Nusa Jaya merasa terbantu dengan gerakan pangan murah yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
“Terima kasih banyak kepada Ibu Gubernur beserta jajarannya,” ucapnya penuh haru.
Perempuan paruh baya tersebut lantas berharap gerakan pangan murah ini dapat terus dilakukan oleh pemerintah provinsi di kemudian hari, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Idulfitri, di mana harga kebutuhan pokok cenderung mengalami lonjakan kenaikan.
Dalam hajat pasar murah kali ini, pemerintah melalui Disperindag menyediakan 1.000 paket. Setiap masyarakat dapat membeli sembako murah dengan harga Rp50.000,-/paket yang terdiri dari beras 5 Kg, gula pasir 2 Kg dan minyak goreng 2 liter.
Selama berlangsungnya kegiatan juga dilakukan dialog interaktif, beberapa aspirasi yang disampaikan antara lain permintaan bus sekolah serta alsintan.
Dialog interaktif ini menjadi sarana gubernur dan wakil gubernur untuk menampung masukan, ide, dan aspirasi masyarakat secara langsung, sehingga nantinya bisa diimplementasikan ke dalam program yang tepat sasaran. (tan)












