google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Gerakan Pangan Murah Berubah Jadi Pangan Gratis di Halmahera Tengah

WEDA, NUANSA — Antusiasme warga Desa Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah, terlihat jelas saat kegiatan Gerakan Pangan Murah digelar pada Jumat (6/3).

Sekitar 1.000 paket bahan pangan yang disediakan langsung disambut warga, terlebih setelah Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyampaikan bahwa paket tersebut dapat dibawa pulang secara gratis karena telah dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Program Gerakan Pangan Murah ini merupakan bagian dari upaya Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan hingga Idulfitri. Setiap paket berisi 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan 2 kilogram gula, yang pada awalnya direncanakan dapat ditebus masyarakat dengan harga Rp50.000.

Namun dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sherly menyampaikan bahwa biaya paket telah ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah.

“Paket ini gratis karena sudah dibayarkan oleh Pak Bupati dan Pak Wakil. Jadi bapak-ibu bisa langsung membawa pulang,” ujar Sherly, yang disambut tepuk tangan meriah dari warga.

Antusiasme masyarakat bukan tanpa alasan. Dalam sejumlah kegiatan pangan murah yang digelar sebelumnya di Halmahera Tengah, paket bahan pokok tersebut kerap diberikan secara gratis kepada masyarakat. Kebijakan ini menjadi bagian dari pendekatan pemerintah daerah yang dinilai cukup inklusif dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Gubernur Sherly juga menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah yang dinilai aktif dalam menghadirkan berbagai program kesejahteraan bagi masyarakat.

Menurutnya, sejumlah kebutuhan dasar seperti pangan, perumahan, pendidikan—termasuk seragam sekolah—hingga biaya kesehatan telah banyak diakomodasi oleh pemerintah kabupaten.

“Saya senang kalau banyak hal sudah dikerjakan oleh pemerintah kabupaten. Saya tinggal fokus pada urusan SMA dan SMK yang memang menjadi kewenangan provinsi,” ungkap Sherly.

Suasana Ramadan di Desa Wairoro Indah hari itu pun terasa hangat. Sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten menjadi gambaran bagaimana kolaborasi antarlembaga dapat menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sujud (55 tahun), seorang warga Wairoro Indah yang berprofesi sebagai petani, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah terhadap masyarakat. Dengan senyum lebar, ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah daerah.

“Terima kasih Pak Bupati, Pak Wakil, Ibu Gubernur, dan Pak Wakil Gubernur. Kami merasa terus diperhatikan. Lansia, para janda, dan anak-anak yatim juga selalu menjadi perhatian pemerintah,” ujar Sujud.

Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini diselenggarakan oleh Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Bulog.

Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi salah satu upaya nyata pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan mudah, terutama menjelang hari raya. (tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version