google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Gubernur Sherly Turun Langsung Kawal Harga Minyak dan Beras Murah di Galala 

SOFIFI, NUANSA – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, bergerak cepat menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga dengan meluncurkan sekaligus memonitoring langsung pendistribusian minyak goreng subsidi Minyakita dan beras Bulog SPHP di Pasar Rakyat Galala, Sofifi, Senin (9/3).

Langkah taktis ini diambil gubernur guna memastikan masyarakat menengah ke bawah mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau di tengah fluktuasi pasar yang kerap memberatkan warga.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Dalam peninjauan tersebut, Sherly menegaskan bahwa kehadiran pemerintah adalah untuk menjamin hak konsumen rumah tangga. Ia memberikan peringatan keras kepada para pedagang agar tidak mengambil keuntungan tidak wajar dari barang yang telah disubsidi negara.

“Wajib jual di harga HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp15.700. Kalau ada yang jual di atas itu, lapor! Satu orang hanya boleh beli maksimal 2 liter agar terjadi pemerataan,” tegas Sherly di hadapan warga yang antusias.

Ia juga mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying), sehingga stok yang tersedia dapat dinikmati secara merata oleh seluruh keluarga yang membutuhkan.

Gubernur menjelaskan bahwa penyaluran saat ini untuk wilayah Ternate, Sofifi, dan Tidore. Namun, dirinya memastikan bahwa kabupaten lain akan segera menyusul seiring dengan masuknya tambahan pasokan dari pusat.

Didampingi Plt Kadis Perindag Malut, Rony Saleh, gubernur meninjau titik-titik penyaluran resmi, berupa penjualan MinyaKita Rp15.700 per liter, maksimal 2 liter untuk satu orang dan beras SPHP Bulog Rp57.000 per 5 Kg.

Gubernur menekankan dengan tegas bahwa mitra Bulog dilarang keras menjual stok subsidi kepada pengecer atau spekulan. Minyakita dan beras SPHP harus dipastikan terjual langsung ke tangan ibu rumah tangga.

Pada hari pertama di Pasar Galala, tercatat dua mitra Bulog telah mengeksekusi penyaluran dengan total pasokan mencapai 400 karton Minyakita dan 500 sak beras SPHP. Dua mitra lainnya akan segera menyusul dalam proses pembelian ke Bulog, sehingga total terdapat empat titik penyaluran di kawasan tersebut.

“Tujuannya agar ibu-ibu rumah tangga bisa menghemat pengeluaran. Jangan sampai stok ditumpuk atau berpindah tangan ke penjual lagi. Saya ingin warga benar-benar merasakan kehadiran pemerintah melalui harga murah ini,” pungkasnya. (tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version