Pemkot Ternate Pastikan Stok Bapok Aman Jelang Lebaran

TERNATE, NUANSA – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Ternate melakukan sidak di sejumlah distributor untuk memastikan ketersediaan bahan pokok di wilayahnya dalam kondisi aman menjelang hari raya Idulfitri 1447 H/ 2026.

Kepastian yang disampaikan dalam rapat bertajuk “Sinergi Menjaga Stabilitas Harga pada Momentum Idulfitri 2026” tersebut mencatat adanya indikasi kenaikan harga pada sejumlah komoditas. Setelah rapat, pemerintah kota bersama tim terkait melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah distributor pangan.

Sidak dilakukan di beberapa distributor utama di Kota Ternate, di antaranya Bulog, Semarak, dan Firma Agung. Kegiatan ini bertujuan memantau langsung ketersediaan stok serta stabilitas harga bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya.

Dalam sidak tersebut, Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman didampingi Wakil Wali Kota Nasri Abubakar, Sekretaris Daerah Rizal Marsaoly, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Nursida Dj Mahmud, serta Kepala Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara Dwi Putra Indrawan bersama sejumlah pejabat terkait.

Tauhid mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di Bulog, harga minyak goreng bersubsidi Minyakita yang disalurkan melalui mitra resmi tidak mengalami kenaikan.

“Minyakita yang dikelola atau dijual Bulog ke mitra tidak mengalami kenaikan harga. Di pasar juga ada tanda mitra, sehingga pengendalian harga tetap dilakukan bersama antara Bulog dan para mitra,” ujar Tauhid.

Namun, menurut dia, persoalan muncul pada minyak goreng yang tidak dipasok melalui Bulog. Komoditas tersebut dibeli oleh distributor lain dan dijual di pasar dengan harga yang lebih sulit dikendalikan.

Karena itu, Tauhid meminta Satgas Pangan melakukan pengecekan lebih lanjut dalam beberapa hari ke depan, terutama di lokasi yang terindikasi terjadi kenaikan harga.

“Saya minta Satgas Pangan dalam satu sampai dua hari ke depan melakukan pengecekan di beberapa tempat yang terindikasi ada kenaikan harga atau margin harga yang berbeda antara mitra Bulog dan distributor lain,” ujar Tauhid.

Selain persoalan harga minyak goreng, pemerintah kota juga menerima laporan mengenai kendala distribusi barang dari Surabaya. Salah satunya terkait komoditas krem yang mengalami keterlambatan pengiriman sejak Desember tahun lalu.

Menurut keterangan distributor Firma Agung, keterlambatan tersebut disebabkan persoalan teknis yang mempengaruhi distribusi barang ke wilayah timur Indonesia, termasuk Maluku Utara.

Pemerintah Kota Ternate berencana menyurati Pelindo Wilayah III untuk meminta perhatian terhadap kelancaran distribusi logistik ke wilayah timur.

“Kami akan menyurati Pelindo Wilayah III agar ada perhatian, minimal pemeliharaan atau langkah antisipasi, sehingga distribusi barang dari Surabaya ke wilayah timur, termasuk Ternate dan Maluku Utara, tidak terganggu setelah lebaran,” ujarnya.

“Meskipun terdapat beberapa catatan terkait harga, secara umum ketersediaan bahan pokok di Kota Ternate menjelang Idulfitri tetap dalam kondisi aman dan terkendali,” pungkasnya. (udi/tan)