Daerah  

Pemkot Ternate Tetapkan Status Tanggap Darurat Usai Gempa M 7,6

TERNATE, NUANSA – Pemerintah Kota Ternate menetapkan status tanggap darurat bencana pasca gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis (2/4). Status ini akan berlaku hingga 14 hari ke depan.

Langkah tersebut diambil sebagai upaya percepatan melakukan tindakan yang terkoordinasi dalam menangani bencana gempa.

Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman, mengatakan penetapan status tanggap darurat bencana mulai dilakukan per hari ini. Dalam status ini, pemerintah akan melakukan mitigasi awal seperti pendataan dan penyaluran bantuan dalam masa tanggap darurat.

“Hari ini surat keputusan status tanggap darurat bencana akan saya tandatangani. Saya juga sudah perintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk bergerak ke lokasi bencana di Batang Dua, Moti dan Pulau Ternate,” ujar Tauhid usai rapat penanggulangan bencana di Ternate.

Menurut Tauhid, dari informasi yang diterima, sejumlah infrastruktur dasar seperti rumah ibadah, sekolah dan rumah warga di wilayah Batang Dua dan Pulau Ternate dilaporkan rusak setelah gempa terjadi. Beberapa sekolah bahkan memilih untuk meliburkan siswanya akibat gempa tersebut.

“Masyarakat bahkan sempat panik saat gempa terjadi, tapi sekarang laporan yang saya terima sudah kembali normal,” ujar Tauhid.

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Penanganan Bencana Daerah Ternate, Rizal Marsaoly, menambahkan setelah penetapan status tanggap darurat bencana daerah, pihaknya telah melakukan kaji cepat dampak dan pengaktifan posko tanggap darurat bencana yang berlokasi di eks kantor Wali Kota Ternate.

“Hari ini satgas akan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok untuk korban bencana di wilayah Pulau Batang Dua. Kami juga menurunkan tim ke lapangan untuk mendata korban dan infrastruktur yang terdampak gempa. Tim kami masih bekerja saat ini,” ujar Rizal.

Sebelumnya, gempa dahsyat tersebut mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara pagi tadi. Pusat gempa yang terletak pada koordinat 1.25 Lintang Utara–126.27 Bujur Timur dengan kedalaman 62 kilometer sempat membuat warga panik. Gempa ini dilaporkan dirasakan hingga Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kota Sofifi, Maluku Utara. Kemudian, Bitung, Manado, dan Minahasa, Sulawesi Utara. (udi/tan)