TIDORE, NUANSA – Ketika semangat kebersamaan dan kebanggaan budaya mencapai puncaknya, Kota Tidore Kepulauan berubah menjadi panggung besar yang penuh warna, suara, dan energi. Inilah saat di mana Sound of Spices Saluma digelar—sebuah perayaan budaya di Maluku Utara yang tidak hanya memikat mata, tetapi juga menyentuh jiwa.
Lewat Sound of Spices Saluma, Jumat (10/4) Pemerintah Provinsi Maluku Utara kembali menambah deretan event kreatifnya. Untuk kesekian kalinya, pagelaran seni yang digelar di Pendopo Budaya ini sebagai ajang pelestarian sekaligus inovasi kreativitas terhadap musik tradisional khas Bumi Moloku Kie Raha yang dikenal sarat akan nilai historis.
Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsuddin Abdul Kadir, mengungkapkan kehadiran Sound of Spices Saluma bukan hanya sebuah pagelaran seni, melainkan sebuah gerakan kebudayaan yang meneguhkan kembali jati diri sebagai bangsa yang kaya akan tradisi, musik, dan kearifan lokal. Sehingga itu, ia mengajak generasi muda untuk merawat kearifan lokal tersebut.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, mengapresiasi pemuda-pemudi Tidore yang masih memiliki kepedulian terhadap kebudayaan daerah di tengah perkembangan zaman dengan beraneka ragam aliran musik yang ada.
“Di tengah kemajuan zaman, saya yakin pemuda Tidore tidak akan berhenti melestarikan tradisi seni dan budaya Tidore” kata Ahmad Laiman.
Sebelum menutup sambutannya, Sekprov menekankan kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah bersama para pemuda hadir untuk merawat budaya lokal.
Ia berharap lewat Sound of Spices Saluma, nama Maluku Utara semakin dikenal, sebagai pusat kreativitas dan kekayaan budaya.
“Pagelaran ini akan menjadi ruang yang mempertemukan berbagai lapisan elemen masyarakat, memperkuat rasa kebersamaan, dan menumbuhkan kebanggaan sebagai orang Maluku Utara,” ujar Samsuddin.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus mendorong pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah, sekaligus memperkuat peran budaya sebagai fondasi pembangunan pariwisata ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Kehadiran Sound of Spices Saluma bukan hanya sebuah acara seni, melainkan simbol suara para pemuda dalam merawat budaya dari harmoni antara masa lalu dan masa depan.
Maluku Utara adalah tanah yang dianugerahi sejarah panjang, dari jejak kerajaan-kerajaan besar hingga tradisi musik dan tarian yang diwariskan turun-temurun. (tan)
