google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Daerah  

Berkat NHM, Sipora dan Cucunya Kini Bisa Nikmati Rumah Layak Huni

TOBELO, NUANSA — Di usia 84 tahun, Sipora Moleu asal Desa Patang, Kecamatan Kao, Halmahera Utara, Maluku Utara, tak lagi berharap banyak. Bertahun-tahun ia menjalani hari di rumah sederhana yang sering bocor saat hujan datang. Malam-malam panjang diisi dengan kekhawatiran; bukan hanya tentang dirinya, tetapi juga cucunya yang tumbuh dan belajar dalam keterbatasan.

Namun kini, perlahan, hidupnya berubah. Di sebuah rumah baru yang lebih kokoh dan layak huni bersama cucunya, Selvie Edeng (19 tahun), akhirnya bisa merasakan kenyamanan yang selama ini hanya menjadi harapan. Dengan mata berbinar, Selvie mewakili sang nenek menyampaikan rasa syukur.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Dulu kalau hujan, rumah bocor dan saya tidak bisa belajar dengan baik. Sekarang sudah nyaman sekali untuk tinggal dan belajar,” ujarnya.

Bagi Selvie, rumah ini bukan sekadar tempat berteduh. Ini adalah ruang untuk bermimpi tempat di mana ia bisa menata masa depan tanpa terganggu oleh tetesan air hujan atau rasa cemas akan kondisi rumah.

Rumah yang kini mereka tempati merupakan rumah ke-157 yang dibangun di wilayah lingkar tambang oleh PT Nusa Halmahera Minerals (NHM). Namun di balik angka tersebut, tersimpan kisah-kisah seperti Sipora dan Selvie tentang harapan yang perlahan kembali tumbuh.

Kepala Desa Patang, Robinson Moloku, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian yang terus diberikan kepada masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada NHM, khususnya kepada Bapak Haji Robert, yang telah membantu pembangunan rumah di Desa Patang. Kami selalu mendoakan agar NHM dan seluruh manajemen dapat terus menjalankan operasional dengan lancar hingga pulih kembali,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh Camat Kao, Dedi Hendrik Mayoru. Ia menilai, kepedulian terhadap masyarakat tetap berjalan meski perusahaan berada dalam masa transisi.

“Secara moral, kita semua menginginkan NHM bisa pulih seperti dulu. Kepedulian Bapak Haji Robert kepada masyarakat lingkar tambang tetap terlihat. Mari kita doakan agar NHM bisa segera pulih dan terus memberi dampak positif,” ujarnya.

Program bedah rumah ini sendiri telah berjalan sejak tahun 2021. Kepala Divisi PPM NHM, Irwan Malaka, menjelaskan program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam pengentasan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), termasuk visi yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto terkait program RTLH.

Menurutnya, meski perusahaan berada dalam kondisi transisi, komitmen untuk membantu masyarakat di wilayah lingkar tambang tetap dilaksanakan secara bertahap.

“Kami berharap rumah baru ini dapat memberikan kenyamanan dan kesehatan bagi Ibu Sipora dan cucu-cucunya. Kami juga memohon doa dari masyarakat agar operasional perusahaan bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Di balik program Bedah Rumah NHM, ada satu hal sederhana namun sangat berarti: rasa aman. Bagi Sipora, rumah ini mungkin adalah tempat ia menghabiskan sisa usia dengan tenang. Sementara bagi cucunya, Selvie, ini adalah awal baru, tempat ia bisa belajar, tumbuh, dan mengejar mimpi tanpa batas. Dan bagi banyak keluarga lainnya, ini adalah bukti bahwa kepedulian, sekecil apa pun terlihat, bisa mengubah hidup seseorang secara nyata. (tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version