TERNATE, NUANSA – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISME) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Ternate, Selasa (4/8). Dalam aksi tersebut, massa memprotes kebijakan sepihak terkait kenaikan tarif sewa lahan bagi para pedagang di kawasan Bandara Sultan Baabullah Ternate.
Kordinator aksi, Galang Agustira, menjelaskan kebijakan menaikkan tarif sewa dari Rp1 juta menjadi Rp1,5 juta per bulan sangat memberatkan. Terlebih lagi, kenaikan tersebut dilakukan tanpa adanya kesepakatan dengan 18 pedagang yang menggantungkan hidup di kawasan bandara.
“Sebelumnya memang sudah ada dialog dengan Kepala Bandara Sultan Baabullah. Namun, dari dialog tersebut, beberapa pedagang seakan dipaksa untuk menerima kontrak baru itu,” ujar Galang.
Galang menegaskan, apabila tidak ada tanggapan dan kejelasan dari pihak pemerintah maupun kepala bandara, maka pihaknya akan terus mengawal isu ini.
“Kami akan mengonfirmasi langsung melalui WhatsApp kepada pihak DPRD. Jika tetap tidak ada konfirmasi dan tindak lanjut yang jelas, kami pastikan akan turun kembali melakukan Aksi Jilid 2,” tegas Galang.
Di tempat yang sama, Ketua Komisi II DPRD Kota Ternate, Farijal S Teng, menegaskan pihaknya tidak tinggal diam dan sudah menindaklanjuti keluhan pedagang sejak beberapa bulan lalu.
Farijal menjelaskan, sebelumnya DPRD telah menyurat untuk menggelar rapat dengar pendapat (RDP) yang melibatkan pihak bandara dan para pedagang. Namun, agenda rapat tersebut gagal terlaksana. Bahkan saat itu, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Sigit Budiarto tidak hadir dan diwakili oleh salah satu pejabat di UPBU.
“Namun pejabat yang mewakili juga berhalangan hadir karena ada keluarga yang meninggal dunia. Oleh karena itu, kami terpaksa menunda agenda pertemuan RDP yang sudah dijadwalkan,” terang Farijal.
Farijal juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan penanganan ini. Ia memaparkan adanya kendala teknis terkait ketersediaan anggota dewan. Saat ini, DPRD tengah disibukan dengan pembahasan agenda upah BPS Tahun Anggaran 2027.
“Terkait penyelesaian aspirasi pedagang bandara ini waktunya agak sedikit tidak menentu. Anggota Komisi II secara keseluruhan berjumlah 9 orang, namun enam orang di antaranya terdistribusi masuk di Badan Anggaran (Banggar), sehingga tersisa tiga orang. Kondisi ini membuat pelaksanaan RDP lanjutan agak terbatas secara jadwal,” katanya.
Meski demikian, Farijal menjamin aspirasi mahasiswa tersebut akan ditindaklanjuti.
“Tadi pagi saya sudah meminta bantuan kepada staf pendamping DPRD Kota Ternate untuk membuat surat tindak lanjut RDP. Kemarin juga kami dari Komisi II sudah bertemu secara langsung dengan para pedagang di gedung dewan. Kami berkomitmen mengawal masalah ini karena berkaitan dengan hajat hidup mereka,” tambahnya.
Di sisi lain, pihak DPRD memberikan apresiasi kepada massa aksi.
“Kami DPRD Kota Ternate mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan mahasiswa ISMEI yang sampai saat ini masih konsisten mengawal aspirasi masyarakat. Kami juga berharap kebijakan yang diambil oleh pihak UPBU nantinya paling tidak harus mempertimbangkan kondisi pendapatan yang saat ini dimiliki oleh para pedagang,” tandasnya. (tr1/tan)
