JAILOLO, NUANSA — Warga Desa Moiso bersama Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Moiso (IPPMM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Unit PDAM Jailolo Selatan, Senin (28/9). Aksi ini bermuara dari krisis pelayanan air bersih yang berlarut-larut, disertai desakan evaluasi tagihan serta kinerja Kepala Unit Ibu Kota/Kecamatan (IKK) Mudin Hole.
Ketua IPPMM, Azis Majid, menegaskan air adalah hak dasar setiap warga, bukan kemewahan yang harus diperjuangkan dengan susah payah.
“Masyarakat tidak meminta kemewahan. Kami hanya menuntut pelayanan yang layak, jelas, teratur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Azis.
Ia menyoroti ketimpangan yang mencolok: di desa-desa lain air mengalir normal, sementara warga Moiso justru kesulitan, apalagi di musim kemarau saat ini. Ketidaksamaan pelayanan ini memicu kecurigaan warga bahwa ada masalah pada sistem distribusi, khususnya jalur pipa yang menyuplai Desa Moiso.
Azis menegaskan, warga sudah menjalankan kewajibannya sebagai pelanggan — membayar tagihan. Sebaliknya, pihak penyelenggara wajib memberikan pelayanan yang setimpal.
“Ketika masyarakat bayar, maka PDAM harus berikan pelayanan. Kalau ada gangguan, jelaskan. Kalau rusak, perbaiki. Kalau sarana tidak memadai, benahi dan cari solusi,” tegasnya.
Masyarakat lelah dengan alasan yang berulang tanpa hasil. Yang dibutuhkan bukan kata “masih dalam proses”, melainkan kepastian: apa masalahnya, apa solusinya, kapan selesai, apa yang sudah dan akan dilakukan.
IPPMM dan warga menyampaikan lima tuntutan kepada PDAM Halmahera Barat dan Pemkab Halbar:
1. Transparansi dan evaluasi menyeluruh atas tagihan air yang dibayarkan masyarakat
2. Evaluasi kinerja Kepala IKK Mudin Hole atas ketimpangan pelayanan di wilayahnya
3. Pertanggungjawaban Direktur PDAM Halmahera Barat atas buruknya layanan
4. Pergantian jalur pipa Desa Moiso agar distribusi air kembali normal
5. Tindakan tegas Bupati terhadap pimpinan PDAM yang dinilai lambat mengatasi masalah
Azis memperingatkan agar persoalan tidak dibiarkan berlarut tanpa kepastian.
“Jangan tunggu krisis makin parah baru bersuara. Jangan biarkan keluhan hanya jadi keluhan, dan penantian tanpa batas jadi kebiasaan,” katanya.
Persoalan air bukan urusan satu rumah atau satu keluarga, melainkan kepentingan seluruh masyarakat. Jailolo Selatan berhak mendapatkan pelayanan yang setara dan berkeadilan.
“Masyarakat harus berani bertanya dan mendesak ketika masalah tidak kunjung selesai,” pungkas Azis. (adi/tan)
