SOFIFI, NUANSA – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menempatkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai prioritas utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut direalisasikan untuk mewujudkan “Malut Cerdas” yang menjadikan pendidikan berkualitas sebagai fondasi pembangunan daerah.
Hal tersebut ditegaskan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, saat melaunching Kick Off Inovasi Pengembangan SDM di Kantor Dinas Pendidikan Kebudayaan, Sabtu (2/5).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memaparkan strategi Pemprov Malut untuk mencetak SDM yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dan berdaya saing global.
Menurutnya, terdapat korelasi positif yang signifikan antara kualitas sumber daya manusia dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Tak main-main, Pemprov menggandeng Putera Sampoerna Foundation (PSF) untuk mendukung transformasi pembangunan pendidikan di Maluku Utara.
SMA Negeri 10 Kota Ternate dan SMA Negeri 5 Kota Tidore Kepulauan menjadi dua sekolah pilot project program mulia tersebut.
Kolaborasi ini sejalan dengan visi Sherly-Sarbin untuk melahirkan sumber daya berkelas dan berpendidikan tinggi yang siap memimpin perubahan dalam pembangunan ke depan.
Melalui Sampoerna Schools System, dibentuk para siswa menjadi individu-individu siap kerja, berwawasan global, dan berjiwa kepemimpinan. Sampoerna Schools System membekali para siswa dengan pendidikan karakter dan kompetensi masa depan, seperti keterampilan memecahkan masalah dan berpikir kritis. Sehingga mereka dapat berkembang menjadi pemimpin berdaya saing global dan bermoral.
Selain itu, dalam launching juga dipaparkan pilot project Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang digagas oleh Kemendikdasmen di beberapa sekolah di Maluku Utara.
Pendidikan Jarak Jauh, lanjut Sherly, dirancang dengan memanfaatkan berbagai media, teknologi informasi dan komunikasi serta sistem pendukung yang memungkinkan siswa belajar secara mandiri kapan pun, di mana pun dan dengan siapa pun.
“Model pendidikan seperti ini menjadi solusi efektif untuk mengatasi hambatan geografis, waktu, dan biaya, terutama di era digital seperti saat ini,” jelas Sherly dengan nada optimis.
Beberapa Program Inovatif yang juga ikut dilaunching:
– Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)
– Beasiswa Maluku Utara Bangkit
– Sekolah Kedinasan
– Seleksi Penerimaan Murid Baru TA 2026/2027
– BLUD SMK
– Backbone Dapodik
– Lighthouse School Program (LSP) dan PGT (Post Graduate Teacher) bersama Poetra Sampoerna Fondation.
Melalui momentum ini, Pemprov Malut menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembangunan pendidikan yang inklusif, berkelanjutan menuju Maluku Utara Emas 2045. (tan)
