google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Wagub Sarbin Terima Audiensi Persatuan Pemuda Pagu, Bahas Pelestarian Budaya-Aspirasi Perbaikan Jembatan Desa 

SOFIFI, NUANSA – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Samsuddin Abdul Kadir serta Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud Darmin Abdurrahman menerima audiensi Persatuan Pemuda Pagu di ruang rapat wakil gubernur, Senin (4/5). Audiensi membahas dua agenda utama: kolaborasi pelestarian adat budaya dan penyampaian aspirasi terkait infrastruktur desa.

Audiensi diawali pemaparan perwakilan Persatuan Pemuda Pagu. Ia menyampaikan tiga program prioritas organisasi: 1) Dokumentasi warisan budaya takbenda, 2) Regenerasi pelaku adat, 3) Pembentukan cabang di kabupaten/kota.

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0

“Banyak tetua adat sudah sepuh. Jika pengetahuan mereka tidak segera direkam lewat database dan video dokumenter, kita terancam kehilangan. Kami ingin budaya tetap hidup dan mudah diakses anak muda,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Samsuddin Abdul Kadir, menyatakan dukungan Pemprov.

“Pelestarian budaya adalah kerja kolektif. Pemprov Malut siap memfasilitasi pendataan dan bersinergi dalam program pelestarian,” tegas Samsuddin.

Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud, Darmin Abdurrahman, memaparkan saat ini Pemprov telah memiliki karya budaya tercatat secara nasional, dengan target tambah 3 karya pada 2026.

“Sinergi dengan komunitas pemuda akan percepat inventarisasi,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Persatuan Pemuda Pagu juga menyampaikan aspirasi terkait kondisi infrastruktur di desa bagian barat. Disampaikan bahwa jembatan penghubung desa yang dibangun sejak 2008 saat ini kondisinya memprihatinkan. Warga terpaksa mengandalkan jembatan gantung kayu untuk mengakses lahan pertanian dan fasilitas umum seperti pom bensin.

Sekitar 9 persen lahan pertanian warga terdampak karena akses sering tertutup, terutama saat musim tertentu. Kondisi jembatan yang lapuk juga menyulitkan mobilitas warga, termasuk ibu hamil yang butuh akses layanan kesehatan. Warga berharap ada pembangunan jembatan permanen menggantikan jembatan gantung yang sudah tua.

Menanggapi kedua isu tersebut, Wagub Sarbin menegaskan pentingnya sinergi “tiga tungku” yaitu adat, agama, dan pemerintah.

“Budaya harus hidup, bukan hanya seremonial. Saya minta OPD terkait segera tindaklanjuti, libatkan sekolah dan anak muda,” ujarnya.

Terkait aspirasi jembatan, Sarbin langsung memerintahkan Dinas PU untuk turun lapangan.

“Infrastruktur dasar tidak boleh diabaikan. Ini menyangkut keselamatan dan ekonomi warga. Tolong Dinas PU segera cek kondisi jembatan di desa bagian barat, laporkan ke saya rencana penanganannya,” tegas Sarbin.

Audiensi menghasilkan kesepakatan tindak lanjut berupa: 1) Penyusunan program kerja bersama pelestarian budaya, 2) Peninjauan lapangan jembatan desa, 3) Penguatan edukasi budaya di satuan pendidikan. (tan)

google.com, pub-1253583969328381, DIRECT, f08c47fec0942fa0
Exit mobile version